News

Polisi Dapati LC Layani Tamu di Kamar Mandi saat Gerebek Karaoke di Madiun

Aisyah Isyana - 14/09/2020 21:45

Beritacenter.COM - Penggerebekan terhadap Karaoke In Lounge di Jalan Bali Kartoharjo, Kota Madiun, digerebek polisi. Penggerebekan dilakukan polisi lantaran tempat karaoke itu diduga menawarkan jasa LC atau pemandu lagu untuk melayani prostitusi.

Saat melakukan penggerebekan, polisi mendapati salah satu LC tengah melayani pelanggan di salah satu kamar mandi karaoke. Penggerebekan itu dilakukan polisi pada Rabu (9/9) lalu.

Baca juga : Grebek Karaoke Tawarkakan Prostitusi LC, Polisi Tetapkan Seroang Papi Jadi Tersangka

"Beberapa waktu yang lalu kami melakukan pengungkapan. Kejadian ini terjadi di wilayah Madiun kota, tepatnya tanggal 9 September 2020 dari penyidik melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan terkait adanya kegiatan asusila yaitu pemucikarian dari profesi tersebut mengambil keuntungan dari korbannya," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat rilis di Mapolda Jatim, Senin (14/9/2020).

Polisi telah menetapkan satu tersangka bernama Yuniar Agung Purwantoro (46), warga Jalan Borobudur Kota Madiun, yang merupakan papi dari para LC. Kepada polisi, Papi Agung mengaku menawarkan jasa esek-esek para LC tak hanya ditempat karaoke, namun juga diluar seperti di hotel.

"Keluar tempat, hanya sifatnya ketemu di situ (tempat karaoke) aja," ungkap Agung saat ditanya petugas.

Papi Agung mengaku menjajakan layanan prostitusi lantaran banyaknya permintaan dari tamu karaoke. Agung mengaku jika praktik prostitusi ini baru dua bulan di lakoninya.

"Baru dua bulan (menawarkan prostitusi). Karena ada yang minta," imbuhnya.

Agung menyebut pekerjaanya sebagai papi LC sehari-hari adalah mengkoordinir para LC di Karaoke In Lounge. "Saya sudah bekerja enam tahun, di satu tempat saja," imbuhnya.

Sementara soal tarif para LC, Agung mengaku mematok harga mulai dari Rp1-1,5 juta. Meski begitu, Agung menegaskan jika dirinya tak mematok tip sebagai mucikari. Menurutnya, tip itu tergantung dari pengguna dan para LC sendiri.

"Tarif rata-rata Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta. Dapatnya saya ndak matok," pungkasnya.

Dari penggerebekan terhadap tempat karaoke itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti seperti sejumlah uang, dua buah alat kontrasepsi yang belum terpakai hingga satu buah pakaian dalam pria dan sebuah pakaian dalam wanita.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Prostitusi Polda Jatim Prostitusi Berkedok Karaoke Karaoke

Berita Lainnya