Ekonomi

8 BUMN Bakal Dapat Suntikan Dana dari Pemerintah Tahun Depan

Anas Baidowi - 15/09/2020 14:52

Beritacenter.COM - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa penyertaan modal negara (PMN) ke beberapa BUMN akan dianggarkan dalam RAPBN 2021.

Totalnya ada Rp 37,38 triliun yang masuk ke dalam rencana pembiayaan investasi pemerintah sebesar RP 169 triliun di tahun 2021. Jumlah itu turun dari PMN yang diberikan pemerintah di tahun ini, yakni Rp 51 triliun.

"Kalau kita lihat dari pembiayaan ini, yang disalurkan ke PMN BUMN adalah sebesar Rp 37,38 triliun, turun dari Rp 51,13 triliun dari total di tahun 2020," ungkap Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Selasa (15/9/2020).

Ia menjelaskan, akan ada sekitar 8 BUMN yang menerima PNM dari pemerintah. Salah satunya yakni PT Hutama Karya yang tahun ini mendapat Rp 11 triliun dan tahun depan akan mendapat Rp 6,2 triliun. Anggaran tersebut untuk pembangunan jalan tol di Sumatera.

"HK akan dapat PMN Rp 6,2 triliun, tahun ini sendiri sudah dapat Rp 11 triliun. Nanti digunakan untuk pembangunan di Sumatera, untuk highway utara selatan," jelas Sri Mulyani.

Sementara itu PT PLN akan mendapatkan Rp 5 triliun, setelah sebelumnya tahun ini juga mendapatkan PMN Rp 5 triliun.

Kemudian, untuk PT Sarana Multigriya Finance (SMF) akan mendapatkan RP 2,25 triliun setelah tahun ini mendapatkan Rp 1,75 triliun.

Paling besar, PMN akan diberikan kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) sebanyak Rp 20 triliun, setelah tahun ini mendapatkan Rp 6,2 triliun. Fokus anggarannya untuk menyelesaikan masalah di Jiwasraya.

Kemudian ada PT Pengembangan Pariwisata Indonesia akan mendapatkan PMN Rp 470 miliar, setelah tahun ini mendapatkan Rp 500 miliar. Selanjutnya, PT Pelindo III dan PT PAL akan mendapatkan masing-masing RP 1,2 triliun.

Terakhir ada PT Kawasan Industri Wijayakusuma akan mendapatkan PMN Rp 977 miliar. Dana itu akan digunakan untuk membangun kawasan industri terpadu Batang (KIT Batang).

"Kawasan industri wijayakusuma mendapatkan RP 977 miliar, ini berhubungan dengan pembukaan kawasan industri Batang," ujar Sri Mulyani.

Berita Lainnya