Ekonomi

PENTING !!! Alasan Pemerintah Buka Pintu Lebar Buat TKA Masuk Indonesia

Lukman Salasi - 16/09/2020 11:39

BeritaCenter.COM – Keberadaan tenaga kerjasa asing (TKA) di Indonesia bukanlah suatu hal yang negatif. Tapi, belakangan publik kerap memberikan sorotan tajam terhadap masuknya para TKA ke Indonesia.

Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, buka-bukaan terkait alasan pemerintah membuka pintu lebar buat TKA kerja di Indonesia.

Menurut penjelasan Luhut, TKA yang kerja di Indonesia adalah ahli teknik. Sedangkan Indonesia sangat kekurangan ahli teknik.

Berdasarkan data Fakultas Teknik Universitas Indonesia, lanjut Luhut, kebutuhan sarjana teknik di Indonesia mencapai 117.982 orang pada 2019. Sementara yang tersedia hanya 20.635 orang. Sedangkan untuk lulusan D3 teknik, kebutuhannya mencapai 194.183 orang dan yang tersedia hanya 5.242 orang.

Hal ini disampaikan Luhut dalam acara Sarasehan 100 Ekonom dengan tema Transformasi Ekonomi Indonesia Menuju Negara Maju dan Berdaya Saing, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

"Kalau orang ribut kenapa juga nggak pakai kita punya? Ini data kita ambil dari profesor Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Memang kita nggak punya Pak, kurang kita. Mungkin sarjana sosial hukum tapi di teknik kita kurang," jelas Luhut.

Pemerintah, kata Luhut, saat ini sedang fokus mengembangkan politeknik seperti di Morowali dan Bintan.

"Makanya sekarang kita fokus politeknik di Morowali, di Konawe, dalam bidang-bidang teknik dan politeknik di Bintan," sambungnya.

Kenapa Indonesia kekurangan lulusan teknik? Luhut menjelaskan, karena pengembangan sekolah teknik di tanah air belum dipikirkan secara khusus. Begitu juga dengan sekolah vokasi yang masih sedikit di tanah air.

"Kan berpuluh tahun kita nggak ada yang mikir ini Pak. Siapa yang mikir saya tanya? Sekarang karena terpaksa kita buat. Kebutuhan tenaga kerja vokasi berdasarkan industrinya. Ini tdk ada. Jadi kita pakai dulu mereka (asing), setelah kita pakai bertahap baru kita kurangi," ungkapnya.

Terkait jumlah tenaga kerja asing di Morowali yang mencapai 3.000 orang. Jumlah ini, kata Luhut, nantinya akan berkurang seiring politeknik yang sudah dibuat menghasilkan para ahli teknik asli Indonesia.

"Sekarang bapak ibu lihat Freeport sudah 50 tahun, berapa pekerja asingnya di sana. Kemudian poltek kita buat seperti ini di Kemenristek, perindustrian dan libatkan ITB, UI semua dari sana. Ada yang mikir sampai sana? Kan nggak ada cuma kritik aja. Makanya ini yang ada di board pemerintah," kata Luhut.

TAG TERKAIT :
Berita Center Luhut Binsar Pandjaitan TKA Alasan Pemerintah TKA Masuk Indonesia Ahli Teknik

Berita Lainnya