Teknologi

Kembali ke Permukaan, Data Center Bawah Laut Microsoft Sukses?

Aisyah Isyana - 16/09/2020 18:45

Beritacenter.COM - Perusahaan tekonologi Microsoft sempat membuat eksperimen data center bawah laut. Pada 2018 lalu, data center yang dibuat kemudian ditenggelamkan ke laut Skotlandia. Saat ini, data center yang ditenggelamkan itu kembali diangkat ke permukaan.

Microsoft mengklaim, data center yang merupakan bagian dari 'Project Natick' itu terbilang sukses. Dimana tingkat kegagalan di data center itu hanya sekitar sepertdelapan dari data center yang ada di darat. Hal itu jelas dinilai sebagai peningkatan yang cukup drastis.

Baca juga : Wow! Peneliti Temukan Adanya Tanda-tanda Kehidupan Alien di Planet Venus

Untuk itu, hal ini dinilai sangat krusial jika ada kerusakan di data center, mengingat perbaikan akan sangat sulit dilakukan lantaran tersimpan di dalam laut, sebagaiamana dikutip dari The Verge, Rabu (16/8/2020).

Meski awalnya banyak yang menganggap hal itu aneh, data center bawah laut ini dianggap berhasil. Terlebih, penyimpanan dibawah laut itu membuat penggunaan energi lebih irit, lantaran suhunya di air laut akan lebih rendah.

Jika data center berada di darat, selalu ada kemungkinan masalah korosi atau karat yang disebabkan kombinasi oksigen dan kelembapan. Sementara data center yang berada di ruang kedap udara dibawa air, dapat selalu terjaga temperatur dan kelembabannya.

Untuk lokasi juga dinilai lebih fleksibel, terutama bagi area yang terletak di dekat laut dan membutuhkan ketersediaan data center.

Sekedar diketahui, ide data center bawah laut ini mulai dijajaki Microsoft sejak 2015 lalu. Kala itu, mereka menenggelamkan data center di pesisir California, Amerika Serikat, selama beberapa bulan. Hal itu dilakukan guna mencari tahu apakah komputer dapat bertahan jika disimpan dibawah laut.

Setelah hal itu berhasil dilakukan, selanjutnya tim Project Natick milik Microsoft memiliki target baru, yakni menunjukkan apakah server-server itu bisa mudah ditarik dan didaur ulang setelah masa pakainya habis.

TAG TERKAIT :
Microsoft Teknologi Bill Gates Data Center Data Center Bawah Laut

Berita Lainnya