News

Risma Hentikan Kerjasama dengan Hotel Tempat Karantina Pasien Covid-19, Ada Apa?

Anas Baidowi - 17/09/2020 15:47
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini

Beritacenter.COM - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menghentikan sementara kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan beberapa hotel yang jadi tempat karantina pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG).

"Karena pasien kita habis, yang selama ini dirawat di hotel itu sudah kosong. Jadi mulai kemarin itu hotel kita setop dulu karena tidak ada pasien yang disitu, biasanya antara 2 sampai 4 hotel," ujar Risma, Kamis (17/9/2020).

Risma mengatakan, penghentian kerjasama itu telah dilakukan sejak kemarin. Swab test juga terus dilakukan oleh pihak Pemkot Surabaya.

"Kemarin tinggal 4 pasien dan kita percepat swabnya hasilnya bisa segera keluar, sehingga hotel saat ini kosong, sudah 2 hari ini dan kita tidak manfaatkan," kata Risma.

Sedangkan, untuk kerjasama hotel asrama haji, kemungkinan dalam waktu dekat juga akan dihentikan, karena saat ini masih ada 101 pasien yang dirawat di sana.

"Dari 101 pasien, kemungkinan hari ini keluar 75. Jadi kita juga cek, hari ini tidak ada yang perlu dikarantina di sana. Kemungkinan besok juga kita akan setop dulu yang asrama haji. Karena kemungkinan yang 25 itu kita dorong untuk bisa keluar hari ini atau paling lambat besok," ungkap Risma.

Risma menjelaskan, jika masyarakat yang isolasi diri dirumahnya masing-masing bersedia untuk diisolasi di Hotel Asrama Haji, maka pemutusan kerjasama akan diundur.

"Artinya kalau itu masuk asrama haji, ini kita dorong warga yang isolasi mandiri di rumahnya sekitar 200-an. Itu kita dorong untuk bisa masuk asrama haji. Tapi kalau mereka tidak mau ya kita akan tutup sementara asrama haji. Karena posisinya pasien yang mau di situ sudah habis," lanjut Risma.

Meskipun jumlah kasus yang ada di Surabaya terus berkurang, Namun Risma mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tetap disiplin menjalankan protokol Covid-19 agar jumlah kasus Covid-19 di Surabaya tak bertambah lagi.

"Ini sekali lagi bukan sombong, Naudzubillah Min Dzalik, kita tidak pingin itu terulang. Tapi saya berharap tetap warga harus disiplin, karena kita ingin memutus mata rantai itu secepatnya. Kalau itu masih ada penularan, kita harus jaga terus gitu," ungkap Risma.

"Toh itu juga baik-baik saja. Artinya kita rajin cuci tangan untuk kesehatan kita, pakai masker juga untuk kesehatan kita, kemudian jaga jarak untuk kesehatan kita, itu semuanya bagus. Ada atau tidak COVID-19 ini, sebetulnya itu perilaku yang bagus, artinya tetap bisa kita lanjutkan (protokol kesehatan)," tandas Risma.

TAG TERKAIT :
Berita Center Walikota Surabaya Covid-19 Walikota Risma

Berita Lainnya