Internasional

Jaksa Agung AS Tuai Kecaman, Karena Samakan Lockdown dan Perbudakan!

Selain perbudakan, yang merupakan jenis pengekangan yang berbeda, ini (lockdown-red) adalah gangguan terbesar bagi kebebasan sipil dalam sejarah Amerika

Aisyah Isyana - 18/09/2020 15:25

Beritacenter.COM - Pernyataan Jaksa Agung Amerika Serikat (AS), Bill Barr, terkait pencegahan virus Corona, seketika menuai kritikan keras publik. Pasalnya, Barr menyebut lockdown virus Corona sebagai gangguan terbesar bagi kebebasan sipil di Amerika, selain perbudakan.

Barr yang diketahui sebagai sekutu paling setia Presiden Donald Trump, melontarkan komentar itu setelah mengecam langkah lockdown ketat di beberapa negara bagian, khususnya yang dibawah pimpinan Gubernur dari Partai Demokrat, seperti dilansir AFP, Jumat (18/9/2020).

Baca juga : Pasca Perjanjian Damai, Militan Gaza Lapaskan Serangan Roket, Dibalas Serangan Udara Israel

"Anda tahun, menerapkan lockdown nasional, perintah tetap di rumah, sama seperti tahanan rumah," ucap Barr saat berbicara dalam sebuah acara di Hillsdale College di Michigan, beberapa waktu terakhir. Komentar Barr soal lockdown itu beredar luas melalui video secara online.

"Selain perbudakan, yang merupakan jenis pengekangan yang berbeda, ini (lockdown-red) adalah gangguan terbesar bagi kebebasan sipil dalam sejarah Amerika," cetusnya.

Komentar Barr soal lockdown itu turut mendapat kecaman dari anggota veteran parlemen AS, James Clyburn. Pria berkulit hitam itu menyebut pernyataan Barr sebagai 'hal paling konyol, tidak sensitif, sangat tidak menyenangkan' yang pernah didengarnya.

"Sungguh luar biasa, kepala penegak hukum di negara ini menyamakan perbudakan manusia dengan nasihat para pakar untuk menyelamatkan nyawa," sebut Clyburn kepada CNN.

"Perbudakan bukanlah soal menyelamatkan nyawa, ini tentang merendahkan nyawa," tegasnya.

Partai Demokrat sendiri juga menyebut hal itu sebagai salah satu pernyataan keterlaluan yang dilontarkan oleh Barr. Sejauh ini, AS sendiri telah melaporkan total kematian akibat Corona terbanyak di dunia, yakni berada diangka 200 ribu orang meninggal.

Sebelumnya, Presiden Trump sendiri juga sempat menyuarakan skeptisisme tentang efektivitas lockdown guna menekan penyebaran COVID-19. Trump beralasan jika lockdown menimbulkan dampak cukup besar pada perekenomian.

TAG TERKAIT :
Donald trump Amerika Serikat Jaksa Agung AS Bill Barr Presiden Trump

Berita Lainnya