News

Jokowi : Kebebasan Berpendapat Kerap Dibajak Pihak yang Mengklaim Dirinya Paling Benar

Ruang kebebasan itu justru sering dibajak untuk mengklaim dirinya paling benar dan yang lain dipersalahkan, lalu merasa berhak memaksakan kehendak karena merasa paling benar

Aisyah Isyana - 18/09/2020 18:35

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo menyinggung soal sistem demokrasi di Indonesia yang memberikan kebebasan berpendapat. Meski begitu, makna kebebasan berpendapat itu dinilai Jokowi malah kerap di salah artikan.

"Dalam kehidupan demokrasi, perbedaan dalam kemajemukan pasti sebuah keniscayaan. Sistem demokrasi di negara kita telah memberikan ruang kebebasan untuk menyatakan pendapat," kata Jokowi seperti disiarkan saluran YouTube Setpres, Jumat (18/9/2020).

"Namun ruang kebebasan itu justru sering dibajak untuk mengklaim dirinya paling benar dan yang lain dipersalahkan, lalu merasa berhak memaksakan kehendak karena merasa paling benar," sambungnya.

Baca juga : Demi Selamat Foto Jokowi, Penjaga Sekolah Pertaruhkan Nyawanya Terobos Bangun SD Yang Roboh

Jokowi menyampaikan hal itu saat membuka Konferensi Besar XXIII Gerakan Pemuda (GP) Ansor secara virtual. Pada kesempatan itu, Jokowi berpesan ke GP Ansor untuk senantiasa untuk meneladani sikap terpuji para ulama.

"Karena itu, saya berharap seluruh kader GP Ansor meneladani sikap terpuji yang diambil para ulama untuk selalu tawasuth, tawazun, i'tizal, tasamuh, tanpa menghilangkan semangat amar makruf nahi munkar," kata Jokowi.

Presiden Jokowi menyinggung soal keberagaman bangsa Indonesia yang menjadi pembeda dengan bangsa lainnya. Dia juga memuji peran GP Ansor yang dapat menjadi perekat ditengah kemajemukan bangsa Indonesia.

"GP Ansor telah teruji jadi perekat di tengah keragaman dan perbedaan, bahkan kehadiran Banser GP Ansor telah ikut memberikan rasa aman bagi anak bangsa dalam menjalin tali persaudaraan. Ini yang saya sampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi," ujar Jokowi.

Konfrensi Besar GP Ansor itu digelar di Manado, Sulawesi Utara. Kegiatan itu dibuka dengan sambutan dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas.

TAG TERKAIT :
GP Ansor Presiden Jokowi Demokrasi Kebebasan Berpendapat

Berita Lainnya