News

Pemuda dan Mahasiswa Papua Dukung Pemerintah Lanjutkan Otsus Papua

Baharuddin Kamal - 18/09/2020 22:51

Beritacenter.COM - Para tokoh pemuda dan Mahasiswa Papua yang mengatasnamakan diri Aktivis Cinta Papua menyatakan sangat mendukung dilanjutkannya program otonomi khusus (Otsus) Papua. Hal ini lantaran program pemerintah tersebut memiliki dampak manfaat yang sangat baik bagi kelangsungan akses pendidikan generasi Papua selanjutnya.

Salah satu Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) asal Papua, Beto Torabe mengatakan, jika keberadaanya di kampus negeri di Jakarta itu lantaran bantuan beasiswa pemerintah dari program Otsus Papua itu. Dan ia mengaku sangat bersyukur dengan hal itu.

"Saya juga sekolah dapat beasiswa pendidikan dari pemerintah, jadi saya merasa bersyukur kepada pemerintah yang membantu saya secara pribadi untuk mengejar masa depan. Apalagi orang tua saya kurang mampu," kata Beto dalam konferensi persnya di bilangan Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Apalagi kata Beto, sejauh ini kualitas pendidikan di Papua masih sangat kurang begitu juga dengan akses bantuan pendidikan kepada mereka, sehingga perlu ada keseriusan dari pemerintah untuk menyikapinya.

"Pendidikan Papua masih kurang, jadi perlu ditingkatkan, sehingga SDM (sumber daya manusia -red) Papua itu meningkat dan bisa bersaing dengan daerah lain," jelasnya.

Oleh karena itu, Beto pun menyatakan mendukung pemerintah untuk melanjutkan program otonomi khusus Papua. Karena dengan program itu, banyak anak-anak Papua yang bisa mengakses bantuan berupa beasiswa pendidikan untuk meningkatkan kualitas diri mereka masing-masing, khususnya untuk bersiap menghadapi tantangan kehidupan.

"Jadi saya sepakat kalau Otsus dilanjutkan, karena menyangkut masa depan kami sebagai anak Papua yang menempuh pendidikan. Kalau Otsus dihentikan, bagaimana dengan nasib kami," tandasnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, inisiator Aktivis Cinta Papua, Bio Werfete juga menyampaikan hal senada. Ia menilai bahwa seharusnya pengembangan kualitas SDM Papua sangat penting.

"Lebih baik kita membantu pembangunan SDM melalui program beasiswa sangat penting untuk generasi muda Papua," kata Bio.

Dan ia pun merasa langkah itu bisa ditempuh dengan memberikan akses bantuan biaya pendidikan bagi mereka. Dan Bio pun menyebut bahwa penjaringan beasiswa kepada para pelajar asal Papua perlu terus dilanjutkan, salah satunya adalah pendistribusian melalui jalur dana otonomi khusus (Otsus) Papua.

"Proses rekruitmen beasiswa tetap dilanjutkan melalui anggaran Otsus Papua, itupun harus secara adil dan sesuai ketentuan kriteria tertentu, bila perlu diatur dalam Perda," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Pemuda asal Papua, Jefri Papare. Menurutnya, penjaringan beasiswa pendidikan bagi generasi bangsa asal Papua perlu dilakukan dengan baik. Karena pendidikan harus juga didasari atas minat dan bakat sehingga para generasi muda Papua mampu bersaing di dunia kerja nantinya.

"Pendidikan di Papua harus berbasis minat dan bakat untuk menghadapi lapangan kerja, biar menjadi ahli di bidangnya," tuturnya.

Rakyat Papua bantah bantu Veronica Koman

Dalam konferensi persnya juga, mereka menyatakan bahwa rakyat Papua pun tak merasa memberikan sumbangan dana kepada Veronica Koman untuk mengembalikan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang kini ditagih oleh Lembaga Pengelola dana Pendidikan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

"Orang Papua dan masyarakat di kampung tidak pernah merasa menyumbang buat Veronica Koman," kata Beto.

Ia menyatakan bahwa dari pada uang mereka dipakai untuk menyumbang Veronica Koman, lebih baik digunakan untuk membangun masyarakat Papua dengan pengelolaan dan pembangunan Sumber Daya Masyarakat (SDM).

"Lebih baik kita membantu pembangunan SDM melalui program beasiswa, itu sangat penting untuk generasi muda Papua," jelasnya.

Kemudian, Jefri Papare juga menyatakan bahwa masyarakat Papua tidak merasa memberikan sumbangan kepada Veronica Koman untuk mengganti dana beasiswanya di Australia yang diminta agar dikembalikan oleh negara itu.

"Kami tidak merasa bahwa menyumbangkan uang ke Veronica Koman untuk melunasi utangnya di LPDP," kata Jefri.

Dari pada disumbangkan kepada Vero, sebaiknya uang negara dibagikan kepada para pelajar di Papua, karena mereka jauh lebih membutuhkan.

"Maksud saya orang Papua lebih penting dengan pendidikan, saat ini banyak anak Papua yang sekolah diusir di kosan karena kekurangan biaya, ada yang nilainya tidak keluar karena belum bayar uang semester. Kan ini lebih penting daripada Veronica Koman," tandasnya.

TAG TERKAIT :
Berita Center Otsus Papua Pemuda dan Mahasiswa Papua Rakyat Papua

Berita Lainnya