News

Kemenhub Terbitkan Permenhub Tentang Bersepeda, Apa Saja Aturannya

Anas Baidowi - 19/09/2020 08:28
Ilustrasi Bersepeda

Beritacenter.COM Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 59 tahun 2020 tentang Keselamatan Sepeda di Jalan.

Dalam aturan itu, dijelaskan bahwa sepeda yang boleh megaspal di jalan harus dilengkapi dengan spakbor di bagian ban belakang sepeda, bel, sistem rem, lampu, alat pemantul cahaya, dan pedal.

"Penggunaan spakbor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat 1 dikecualikan untuk sepeda balap, sepeda gunung, dan jenis sepeda lain sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," bunyi pasal 4 ayat 1 Permenhub tersebut, dikutip Jumat (18/9/2020).

Untuk pemasangan lampu dipasang pada bagian depan dan belakang sepeda dan wajib dihidupkan pada saat bersepeda di malam hari.

lalu, sepeda juga harus dilengkapi dengan alat pemantul cahaya yang dipasang di bawah sadel, pada jari-jari sepeda di kedua sisi roda, serta pada pedal kayuhan.

Seperti yang dijelaskan pada Pasal 5 bahwa sepeda yang dugunakan harus berstandar nasional indonesia (SNI).

"Selain persyaratan keselamatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 2, sepeda yang dioperasikan di jalan harus berdasarkan Standar Nasional Indonesia," bunyi pasal 5 ayat 1.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi mengatakan bahwa pesepeda wajib menggunakan helm jika tujuannya untuk berolahraga. Sedangkan untuk aktivitas bersepeda sehari-hari, pesepeda diperbolehkan tidak memakai helm.

"Pakai helm kalau untuk kebutuhan sport wajib, kalau sehari-hari, kayak dari rumah ke sekolah, ke pasar itu boleh gunakan boleh tidak," ujar Budi Setiyadi dalam video di akun YouTube Kemenhub.

Sementara itu, Kemenhub juga mengatur apa yang tidak boleh dilakukan oleh pesepeda saat di Jalan. Yakni pesepeda dilarang untuk berjalan beriringan sejajar lebih dari 2 sepeda.

Hal ini ditekankan karena Budi melihat masih banyak masyarakat yang melakukan hal tersebut, terutama para komunitas. Bahkan beberapa juga ada yang bersepeda di lajur kanan Jalan.

"Jadi dalam aturan kita dikatakan sepeda boleh berjajar, maksimal 2, lebih dari itu nggak boleh, dilarang. Sudah dua saja, lebih dari itu nggak boleh, apalagi kalau ada jalur sepeda disiapkan," ujar Budi.

"Komunitas ini kadang banyak, itu ada yang sampai ambil kanan jalan, itu kan bahaya," ujarnya.

Selain itu, Kemenhub juga melarang penggunaan handphone saat tengah bersepeda.

"Kemudian, penyakit kita itu, handphone di mana-mana, sambil sepedaan dia main handphone. Foto-foto, itu dilarang," ujar Budi.

Dalam Permenhub 59 tahun 2020 sendiri ada 6 hal yang dilarang bagi pesepeda di jalan, berikut ini daftarnya:
a. Menggunakan atau mengoperasikan perangkat elektronik seluler saat berkendara, kecuali dengan menggunakan piranti dengar;
b. Mengangkut penumpang, kecuali sepeda dilengkapi dengan tempat duduk penumpang di bagian belakang sepeda;
c. Menggunakan payung saat berkendara;
d. Dengan sengaja membiarkan sepeda ditarik oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan yang membahayakan keselamatan;

e. Berdampingan dengan kendaraan lain, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas; atau
f. Berkendara dengan berjajar lebih dari 2 (dua) sepeda.

 

TAG TERKAIT :
Berita Center Bersepeda Aman Keselamatan Sepeda di Jalan

Berita Lainnya