News

Kelalaian 'Serka BP' Tabrak Briptu Andry Berimbas Penetapan Tersangka, Dijerat Pasal Berlapis!

Aisyah Isyana - 20/09/2020 19:40

Beritacenter.COM - Serka BP, ditetapkan Pomda Jaya sebagai tersangka terkait kasus kecelakaan yang menewaskan Briptu Andry Budi Wibowo, di Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur. Dalam kasus ini, Serka BP dijerat pasal berlapis lantaran kelalaiannya hingga menabrak Briptu Andry hingga tewas.

"Karena kelalaiannya menyebabkan kecelakaan lalin (lalu lintas) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, (Serka BP dijerat) Pasal 310 ayat (4) UU (Nomor) 22 Tahun 2009 tentang LLAJ (dengan) ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan atau denda Rp 12 juta," kata Danpom Kodam Jaya, Kolonel CPM Yogaswara, dalam keterangannya, Minggu (20/9/2020).

Baca juga : Ungkap Identitas Penabrak Briptu Andry, Kodam Jaya : Serka BP, Diduga Karena Mengantuk

Adapun bunyi lengkap Pasal 310 ayat 2-4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yakni : (2) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3), dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah).

(3) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (4), dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).

(4) Dalam hal kecelakaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

Tak hanya itu, Serka BP juga dijerat Pasal 312 ayat (2) UU Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ. Adapun bunyi Pasal terkait tabrak lari itu, yakni :

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraan, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan kecelakaan Lalu Lintas kepada Kepolisian Republik Indonesia terdekat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp 75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah).

Selanjutnya, Serka BP juga dijerat Pasal 118 KUHPM, lantaran diketahui meninggalkan posnya. Adapun bunyi Pasal 118 ayat (1) KUHPM, yakni :

(1) Penjaga yang meninggalkan posnya dengan semuanya, tidak melaksanakan sesuatu tugas yang merupakan keharusan baginya, ataupun membuat atau membiarkan dirinya dalam suatu keadaan di mana dia tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai penjaga sebagaimana mestinya, diancam dengan pidana penjara maksimum empat tahun.

Lebih lanjut, Yogaswara menyebut pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Serka BP. Jika nanti terdapat bukti baru, Yogaswara tak menutup kemungkinan jika Serka BP akan dijerat pasal lainnya.

"Penyidikan masih kita jalankan terus menerus dan bila terdapat novum baru mungkin akan menambah dugaan pasal terhadap tersangka," tandas dia.

TAG TERKAIT :
Tabrak lari Laka Lantas Polisi Korban Tabrak Lari Pomdam Jaya Okunum TNI Serka BP Briptu Andry

Berita Lainnya