News

Terkait Kasus Korupsi Dana Hibah Pilkada 2015, Kejari Lamongan Serahkan Rp 1, 2 Miliar ke Negara

Baharuddin Kamal - 21/09/2020 12:59
Kejari Lamongan kembalikan uang negara Rp 1,2 miliar.

Beritacenter.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan berhasil menyeret eks Bendahara KPU Lamongan yang diduga melakukan korupsi untuk dipidana selama 1 tahun 7 bulan. Selain itu, Kejari juga berhasil menyita uang sebesar Rp 1, 2 Miliar, uang itu juga telah dikembalikan ke Negara.

"Selama proses persidangan berlangsung, uang sebanyak itu dititipkan di Bank. Saat ini sidang sudah diputuskan, dan sudah inkracht," kata Kajari Lamongan Agus Setiadi kepada wartawan saat rilis, Senin (21/9/2020).

Agus menyebutkan, uang Rp 1,2 miliar itu merupakan uang pengganti fresh money dan sebagian lagi dikembalikan dengan cara dicicil. Dia menjelaskan, uang tersebut juga telah dieksekusi dan dikembalikan ke negara untuk kepentingan pembangunan daerah dan masyarakat Lamongan.

"Ke depannya bisa lebih banyak lagi menyelamatkan uang negara. Dan tidak hanya pidana badan, tapi mengembalikan ke negara uang yang telah disalah gunakan," ujarnya.

Sementara itu, Plt Sekkab Lamongan, Heri Pranoto yang turut hadir di acara ini mengatakan uang hasil penyelamatan ini dimasukkan ke Kasda dan untuk pembangunan yang memberi manfaat bagi masyarakat Lamongan.

Dia sendiri mengaku telah menerima uang sebesar Rp 1,2 miliar dari Kajari Lamongan dan dihitung menggunakan mesin penghitung yang disaksikan Kepala BPKAD, Sulastri dan pihak Bank.

"Kami menerima penyerahan uang yang berhasil diselamatkan oleh Kejari. Terimakasih kepada Kejaksaan Negeri Lamongan yang berhasil menyelamatkan uang negara," katanya.

Sebelumnya diketahui, Kejari Lamongan berhasil mengungkap dugaan korupsi dana hibah Pilkada 2015 dan menetapkan Irwan Setyadi sebagai tersangka yang ketika itu menjabat sebagai Bendahara KPU. Dalam siidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, terdakwa Irwan Setyadi divonis bersalah dengan putusan hukuman kurungan 1 tahun 7 bulan penjara. Selain itu, terdakwa juga diminta membayar denda Rp 50 juta subsider hukuman satu bulan penjara.

TAG TERKAIT :
Berita Center Kasus Korupsi Kejari Lamongan Korupsi Dana Hibah Pilkada 2015

Berita Lainnya