Kriminal

Polisi Ringkus Penipu Modus Ritual Penggadaan Uang di Sleman, Tipu Korban Hingga Rp300 Juta

Aisyah Isyana - 21/09/2020 17:25

Beritacenter.COM - Polisi meringkus pria paruh baya berinisial SYD alias Yadi (50), terkait kasus penipuan modus ritual mistis. Warga Mlati, Sleman ini telah menggasak Rp335,7 juta uang para korban yang tergiur ritual mistis penggandaan uang yang dijanjikannya.

"Pelaku mengaku bisa menggandakan uang menggunakan berbagai macam ritual dengan media batara kalang, rantai babi, batu akik, candu, minyak jafaron, kembang setaman, kendi, dan lain-lain," kata Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto di kantornya, Senin (21/9/2020).

Baca juga : Bangga! Wanita Keturunan Indonesia Ini Terpilih Jadi Hakim di New Orleans AS

Guna meyakinkan korbannya, HB (52), pelaku menjalankan aksinya dengan melakukan trik mistis seperti mengeluarkan akik dari dalam telur, dengan menggunakan media batara kalang, rantai babi, kembang setaman, dan membakar candu hingga asapnya memenuhi ruangan. Aksi pelaku memperdayai korban terjadi pada 20 Agustustus 2020 lalu.

Korban semakin yakin dengan pelaku yang kemudian mengeluarkan trik terakhir, yakni dengan mengeluarkan uang Rp3 juta dari dalam kardus. Korban yang sudah dibutakan oleh trik-trik yang itu, kemudian degnan polosnya menuruti semua permintaan pelaku.

"Korban kemudian percaya dan selanjutnya pelaku minta uang untuk syarat. Korban memberikan uang sebanyak 40 kali mulai April 2020 hingga Juli 2020. Total kerugian korban mencapai Rp 335.750.000," ungkap Hariyanto.

Sebagaimana hasil pemeriksaan polisi, diketahui jika pelaku adalah seorang residivis yang bebas dari penjara pada 2015 lalu. "Pelaku residivis dengan kejahatan yang sama, dulu di wilayah Ngemplak," ucapnya.

Dikatakan Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Dwi Noor Cahyo, korban sempat berupaya membeli syarat untuk ritual kepada pelaku. Hanya saja kala itu pelaku menyebut syarat yang dibeli korban berbeda, tidak dapat digunakan pada ritual yang ditawarkan.

"Pelaku ini minta uang untuk membeli syarat (untuk ritual). Tapi pernah si korban membeli syarat sendiri tapi oleh pelaku syarat yang dibeli korban tidak berguna karena khodamnya berbeda," kata Dwi.

Selang beberapa lama, korban akhirnya merasa curiga lantaran pelaku tak dapat dihubungi. Terlbih, korban juga masih belum mendapatkan uang hasil penggadaan seperti yang telah dijanjikan pelaku.

"Korban belum pernah mendapat uang hasil penggandaan. Korban merasa curiga karena pelaku sempat tidak bisa dihubungi," terangnya.

Polisi menyebut Yadi tak hanya menippu satu korban saja, namun ada korban lainnya yang bukan dari TKP di Mlati. "Ada beberapa korban yang juga melapor, tetapi TKP bukan di Mlati. Kami arahkan ke Polsek sesuai TKP-nya," jelasnya.

Pelaku penipuan ritual mistis modus penggandaan uang ini telah diamankan polisi sejak 27 Agustus lalu. Dia ditangkap dirumah rekannya. Kepada polisi, pelaku mengaku sebenarnya tak bisa menggandakan uang. Dia nekat menipu para korban karena tergiur keuntungan yang cukup besar. Pelaku menggunakan uang hasil kejahatannya untuk berfoya-foya.

"Tidak bisa menggandakan uang, cuma mengaku bisa. Hasilnya lumayan banyak. Selama ini digunakan untuk senang-senang, untuk karaoke, untuk minum-minum," kata SYD.

Tak hanya menangkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti seperti surat pernyataan yang isinya menerangkan bahwa pelaku telah menerima uang, salinan percakapan korban dan pelaku, sejumlah rekening bank. Selain itu, ada juga kotak yang digunakan untuk menyimpan rantai babi berbahan kayu dengan bentuk segi enam berwarna hitam, satu botol minyak, satu buah candu warna kuning emas, satu buah kendi, kardus, ponsel, dan pakaian.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Yadi terancam dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Pelaku terancam dijerat hukuman maksimal empat tahun penjara.

TAG TERKAIT :
Penipuan Berita Kriminal Indonesia Penipuan Modus Penggandaan Uang Ritual Mistis Penggadaan Uang

Berita Lainnya