Opini

KEGAGALAN MENGGAGALKAN JOKOWI

Anas Baidowi - 21/09/2020 21:30
Presiden Republik Indonesia: Joko WIdodo (Jokowi)

Beritacenter.COM - Berapa kali Jokowi hendak dimakzulkan? Saya katakan Berkali-kali…

Serangan menggagalkan Jokowi sebagai pemimpin Indonesia terjadi berkali kali sejak beliau terpilih menjadi Presiden RI pada tahun 2014 lalu. Bukan hanya rakyat yang tak memilihnya yang terus berupaya menjatuhkan Jokowi dengan berbagai opini sesat tapi juga dari pejabat-pejabat di DPR RI, Partai-partai yang kecewa, pemuka-pemuka agama, tokoh masyarakat, artis-artis, media-media oposisi, mahasiswa, sampai rakyat yang nongkrong di warkop-warkop.

Penggiringan opini sesat atas buruknya citra Jokowi memang terbilang sukses disebarkan dan dipercaya khalayak luas. Senjata berisi peluru fitnah dan Hoax yang diberondongkan kearah Jokowi sangat banyak dari segala arah, dan mungkin jika bukan Jokowi yang kesabarannya sangat tinggi, sudah habis semua orang dibantai oleh kekuatan yang dimilikinya sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Pak Jokowi bukan orang sembarangan, setelah Negara memutuskan beliau menjadi presiden, beliau punya kekuatan penuh atas Negara ini, sebagai PANGLIMA TERTINGGI bangsa ini. Beliau punya wewenang untuk menangkap dan memghukum siapa saja yang berusaha menjatuhkannya dan tidak mematuhinya. Beliau punya hak atas kedamaian dalam bekerja dan ketenangan dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai pemegang kendali jalannya Negara ini.

Presiden bisa membuat scenario apasaja untuk membungkam suara-suara sumbang apalagi penuh kajahatan, namun beliau memilih bersabar dan menunggu momentum yang tepat. Di situlah kekuatan seorang Jokowi, Satria Piningit yang diberi kebijaksanaan berpikir dan bertindak.

Setiap langkah-langkahnya penuh pertimbangan matang. Beliau tidak mudah digoyahkan oleh para pembisiknya, beliau lah yang memegang kendali dalam setiap keputusan meski beliau juga sangat terbuka menerima semua masukan termasuk kritikan dan saran-saran untuk pengkayaan wawasannya.

Dulu waktu baru duduk sebagai presiden, pak Jokowi belum terbiasa memakai jas sehingga ada bagian kancing yang tidak pas dikenakannya. Itupun menjadi sorotan tukang-tukang nyinyir dari kalangan pejabat hingga rakyat jelata yang mencibirinya sebagai WONG NDESO MUNGGAH BALE.

Tak hanya itu, Ibu Iriana yang masih sangat lugu dengan pakaian sederhananya pun, dihina dengan kata-kata sadis. Ada yang menyebutnya IBU NEGARA TAMPANG BABU.

Sungguh kala itu saya sangat marah membaca hinaan-hinaan yang dilancarkan para tukang-tukang hujat dari kubu sebelah. Karena itulah saya membuat tulisan yang super keras setiap hari dan menampari mereka satu persatu baik melalui FB maupun Twitter, sampai-sampai jam tidur saya menjadi hanya 2 jam.

Saya masuki akun-akun pejabat yg nyinyir, tokoh-tokoh nyinyir, artis-artis nyinyir, dan buzzer-buzzer mereka dengan kata-kata menohok. Tak lama, nama saya dikenal mereka sebagai ANAK KODOK. Saya sampai diblokir Ratna Sarumpaet di Twiternya karena tiap hari saya kasih dia pencerahan yang lumayan membuatnya kejang-kejang. Saya juga diblokir Jonru, diblokir Naniek Deyang, di Blokir Zara Zettira, diblokir ahmad Dhani, diblokir piyungan, dll.

Kala itu saya begitu kewalahan dan sepertinya saya berjuang sendirian. Tulisan-tulisan saya hanya di share, komen dan like oleh netizen. Sementara dari kubu sebelah pasukannya sangat banyak sekali dan terorganisir dengan baik. Mereka punya media hoax yang rajin membuat konten-konten hoax fitnah dan nyinyiran, seperti Pos Metro, Piyungan, Voa, dan media-media abal-abal lainnya yang jumlahnya tak terhitung. Media-media tersebut memproduksi berita fitnah setiap hari dan dishare oleh buzzer2 mereka, sehingga medsos isinya hanya berita-berita sampah buatan mereka itu.

Dan di kubu pakde, sepertinya belum ada yang berani menulis kata-kata sekeras saya, sehingga saya setiap hari harus berteriak-teriak di akun saya membangunkan teman-teman saya untuk mengajak mereka turut bersuara lantang bersama saya di medsos. Saya menggugah hati mereka dengan memperkenalkan diri dengan latar belakang simpatisan PKS dan FPI yang tercerahkan.

Akhirnya setelah beberapa bulan, muncul penulis-penulis lain yang mulai berani menyuarakan kegundahannya dari satu dua orang menjadi ratusan orang yang tulisannya justru jauh lebih baik dari saya. Mulailah saya merasa lega… Alhamdulillah, saya sudah bisa tidur nyenyak, sebab yang melawan fitnah semakin banyak dan saya tak sendirian lagi.

Perjuangan semakin sengit sebab dari kubu mereka mulai muncul cyber-cyber yang menghanguskan akun-akun medsos. Rupanya mereka kewalahan melawan tulisan-tulisan pendukung pakde. Banyak rakyat tercerahkan oleh tulisan-tulisan yang kami sebar secara bergotong royong di berbagai grup. Tak hanya satu dua orang saja yang tercerahkan oleh tulisan-tulisan pendukung pakde, tapi ribuan.

Saya pernah mengumpulkan banyak sekali komen-komen pemilih Prabowo yang mengaku menyesal telah ikut serta menyebarkan fitnah kepada pak Jokowi. Dan merekalah yang akhirnya menjadi bagian dari perlawanan terhadap Hoax dan fitnah itu....

Di periode ke dua, meski telah matang strategi dibuat oleh kubu sebelah, kekuatan Jokowi sudah tak terbendung lagi. Sebab selama 5 tahun rakyat menyaksikan sendiri keseriusan pak Jokowi membenahi Indonesia yang tadinya hampir karam oleh kekacauan pengelolaannya.

Meski belum sempurna, pak Jokowi adalah pilihan tepat yang diturunkan Tuhan ke tengah2 kita... kita harus membelanya, melawan setiap fitnah yang muncul dengan gagah berani, dan jangan lupa untuk bersyukur sebab kita telah meraih kemenangan ini dan memberi KEGAGALAN kepada kubu sebelah yang strategy nya telah lebih matang dari kita, yang hanya mengandalkan kekuatan MENULIS....

SABAR....
Salam Satu Barisan
Dije

Oleh: Jati Erna Sahara

TAG TERKAIT :
Jokowi Berita Center Presiden Jokowi Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku

Berita Lainnya