News

Soal Kasus Pelecehan di Soetta, Polda Metro : Ini Penipuan, Hasil Rapid Test Korban Reaktif

Aisyah Isyana - 22/09/2020 20:17

Beritacenter.COM - Polda Metro Jaya menduga adanya indikasi penipuan di kasus pelecehan terhadap perempuan berinisial LNI, saat melakukan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta. Dalam kasus ini, polisi menyebut hasil rapid test korban reaktif, kemudian diubah oleh pelaku.

"Karena memang, dari keterangan PT Kimia Farma, pemalsuan ini tidak ada. Ini penipuan, bahwa memang hasilnya adalah reaktif. Tapi karena dia menipu korban, mengatakan bahwa itu non-reaktif, kalau mengubah itu harus membayar Rp 1,4 juta dan sudah dilakukan oleh korban dengan mengirimkan transfer melalui e-banking," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (22/9/2020).

Baca juga : Polda Metro Jaya Turun Tangan Selidiki Kasus Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Setelah mendapat transferan uang dari korban, pelaku kemudian mengubah hasil rapid test itu. Terlebih, Argo juga menyebut korban memiliki bukti transfer terhadap pelaku.

"Ya dari cerita si korban ya dia mengaku dengan memperlihatkan bukti-bukti," imbuhnya.

Lebih lanjut, Argo menyebut kasus ini masih dalam penyelidikan pihaknya. Polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk petugas Bandara Soekarno-Hatta dan PT Kimia Farma Diagnostica selaku penyelenggara rapid test, juga telah dimintai keterangan.

Sekedar diketahui, kasus ini seketika viral jadi perbincangan warganet dunia maya, setelah korban LHI menceritakan apa yang menimpanya melalui akun Twitternya. Dia menyebut kejadian nahas itu menimpanya saat hendak melakukan perjalanan ke Nias, Minggu (13/9).

Kala itu, dia diminta untuk menjalani rapid test, sebagai syarat untuk melakukan perjalanan. Korban awalnya yakin jika hasil rapid testnya non-reaktif, lantaran tak pernah berada di lingkungan orang yang terpapar Corona. Sayangnya, hasil rapid test yang keluar menyatakan jika korban reaktif COVID-19. Disitulah, kemudian korban mengalami pemerasan dengan dalih data rapid test dapat diganti demi kepentingan penerbangan.

"Di situ dokternya bilang 'mba, saya kan sudah bantu mba nih, bisa lah mba kasih berapa, saya juga sudah telpon atas sana sini, bisa lah mba kasih', di situ aku kaget dong, yaudahlah karna gamau ribet juga aku tanyain langsung 'berapa?', si dokter jawab 'mba mampunya berapa? Misal saya sebut nominalnya takut nggak cocok' hhh si anj*ng, yaudahlah aku asal jawab 'sejuta?', eh si dokter miskin ini jawab 'tambahhin dikit lah mba' si t*i yaudah karna aku males ribet orangnya, aku tambahin jadi 1,4 juta," tulisnya.

Baca juga : IDI Pastikan Dokter yang Lecehkan Wanita saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta Bukan Anggotanya

Menanggapi hal itu, PT Kimia Farma Diagnostika dan PT Angkasa Pura II langsung melakukan investigasi internal. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadilah Bulqini juga menyebut pihaknya telah menghubungi penumpang yang bersangkutan.

"PT Kimia Farma Diagnostika telah menghubungi korban atas kejadian yang dilakukan oleh oknum tersebut. PT Kimia Farma Diagnostika akan membawa peristiwa ini ke ranah hukum atas tindakan oknum tersebut yang diduga melakukan pemalsuan dokumen hasil uji rapid test, pemerasan, tindakan asusila dan intimidasi," ujar Adil Fadilah Bulqini dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (19/9).

Adanya kejadian ini sangat disayangkan oleh Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi. Dia menyebut PT Angkasa Pura II sangat menyesalkan adanya informasi ini. Dia memastikan akan memberikan dukungan ke seluruh pihak, termasuk untuk keperluan pengecekan CCTV dan lainnya.

"Kami sangat memberikan perhatian penuh terhadap adanya informasi ini. Kami siap bekerja sama dengan seluruh pihak termasuk sudah berkoordinasi dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini tengah melakukan penyelidikan mengenai hal ini.""PT Angkasa Pura II sangat berharap hal ini tidak berulang kembali. Bersama-sama, PT Angkasa Pura II dan stakeholder harus menjaga reputasi Bandara Soekarno-Hatta," jelas Agus Haryadi.

TAG TERKAIT :
Polda Metro Jaya Pelecehan Seksual Penipuan Bandara Soekarno-Hatta Rapid Test Wanita Dilecehkan saat Rapid Test

Berita Lainnya