Kriminal

Panti Pijat di Kelapa Gading Ternyata Tawarkan Layanan Plus Plus Via Whatsapp

Anas Baidowi - 22/09/2020 20:54
Ilustrasi prostitusi online

Beritacenter.COM - Sebuah panti pijat di kawasan Kelapa Gading yang juga membuka layanan jasa prostitusi berhasil dibongkar polisi. Panti tersebut mencari pelanggan melalui aplikasi pesan Whatsapp.

"Modus operandi yang dilakukan tempat tersebut dikelola oleh 1 orang yang bertindak sebagai supervisor, kemudian supervisor ini rupanya telah memiliki beberapa nomor telepon pelanggannya dan dengan cara menghubungi pelanggan ini mereka menyampaikan bahwa di tempat tersebut masih beroperasi," kata Wakapolres Jakut AKBP Aries Andi di Mapolres Jakarta Utara, Jalan Yos Sudarso, Koja, Jakarta Utara, Selasa (22/9/2020).

Dalam memikat para pelanggannya yang kebanyakan adalah pria hidung belang, tersangka DD (46) yang merupakan supervisor panti pijat tersebut mengirimkan sebuah pesan singkat yang disertai foto seksi para terapisnya.

"Caranya yaitu mengirim pesan pendek dan disertai foto para terapis yang ada di situ sehingga para pelanggan ini datang ke tempat itu," ungkap Aries.

Untuk mengelabuhi petugas, panti pijat yang terletak di sebuah ruko di Gading Indah Blok V Jalan Raya Gading Kirana, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakut membuatnya terlihat seperti sedang tutup. Namun karena adanya aktivitas di ruko tersebut, petugas curiga dan akhirnya melakukan pengecekan ke ruko tersebut.

"Dari pantauan anggota di lapangan, terlihat memang seolah-olah ruko tersebut dalam keadaan tertutup, namun aktivitas lalu lalang di depan ruko tersebut dan adanya aktivitas keluar-masuk ke ruko itu menjadi bukti awal kecurigaan anggota yang di lapangan melakukan observasi untuk melakukan tindakan lainnya yaitu langsung melakukan pengecekan ke dalam ruko dan melihat aktivitas apa yang ada di ruko," ungkap Aries.

"Sehingga pada saat anggota memasuki ruko diketahui ada beberapa yang melakukan atau pelanggan mendapatkan fasilitas pemijatan yang dilakukan para terapis," tambahnya.

Sebelumnya, panti pijat itu sempat ditutup dan dibuka kembali saat PSBB transisi. Namun saat diberlakukannya kembali PSBB ketat, pengelola tetap membuka kegiatan usahanya tersebut.

"Tempat usaha ini sudah pernah tutup mungkin, kan kita melakukan PSBB sudah beberapa kali. Namun beroperasi kurang lebih 1 bulan lalu pada saat sudah direlaksasi mereka beroperasi, namun pada saat dinyatakan PSBB diberlakukan kembali mereka tidak menutup kegiatan usahanya," kata Aries.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Berita Center Prostitusi Online Panti Pijat

Berita Lainnya