Kriminal

Polda Metro Jaya Bongkar Praktik Klinik Aborsi di Jakpus, 10 Orang Ditangkap

Baharuddin Kamal - 23/09/2020 15:23
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

Beritacenter.COM - Jajaran anggota kepolisian berhasil membongkar praktik klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta Pusat. Dari kasus itu, polisi mengamankan 10 orang pelaku diantaranya yakni pemilik klinik, dokter, tenaga medis, dan pasien.

"10 orang tersebut dengan peran masing-masing," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (23/9/2020).

Yusri mengatakan, klinik tersebut telah beroprasi sejak Maret 2017 lalu dan sudah ada 32 ribu pasien yang melakukan aborsi hingga Agustus 2020. "Untuk jumlah pasien sebanyak 780 pasien/bulan dikali 42 bulan sama dengan 32.760 pasien," ujar Yusri.

Yusri menjelaskan, para pelaku mempromosikan praktik itu melalui sosial media serta website klinik aborsi.com. Setiap pasien yang datang ke klinik itu akan dipintai biaya registrasi secara sebesar Rp250 ribu dengan rincian Rp200 ribu untuk biaya pendaftaran dan Rp50 ribu untuk biaya USG.

Sementara untuk biaya aborsi dilakukan dengan cara transfer e-banking ke rekening BCA atas nama LA pemilik klinik aborsi. "Biaya yang dibebankan per pasien berkisar antara Rp2,5 -Rp5 juta tergantung usia kandungan," ungkap Yusri.

Dalam satu hari, kata Yusri, para tersangka mampu melakukan aborsi terhadap 5-10 dengan omzet Rp10-15 juta. Nantinya keuntungan yang didapat akan dibagi kepada semua pihak yang terlibat.

"Pembagian uang untuk dokter 40 persen, kemudian agen, dan ada untuk pegawainya itu dibayar 250 ribu sehari," terangnya.

Yusri menyebutkan, para pelaku melakukan aborsi dengan cara memasukkan selang untuk di sambungkan ke dalam vagina pasien melalui forsio atau mulut rahim.

"Kemudian, menginjak pedal sekitar 2 sampai 3 kali yang terhubung dengan pedal untuk menyedot janin yang masih berbentuk darah dengan proses sekitar 5 menit hingga darah sudah habis dan masuk ke dalam tabung," tambahnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 346 KUHP dan atau Pasal 348 Ayat (1) KUHP dan atau Pasal 194 Jo Pasal 75 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

 

 

TAG TERKAIT :
POLISI Polda Metro Jaya Aborsi Berita Kriminal Indonesia Berita Center Praktik Klinik Aborsi

Berita Lainnya