Internasional

Berangsur Membaik Setelah Kritis Diracun, Alexei Navalny Keluar dari RS di Jerman

Aisyah Isyana - 23/09/2020 16:41

Beritacenter.COM - Sempat kritis dan menjalani perawatan usai diracun, kritikus Kremlin Alexei Navalny dilaporkan telah keluar dari ruah sakit di Berlin, Jerman. Navalny yang heboh diracun hingga jatuh sakit dalam penerbangan domestik di Siberia, Rusia bulan lalu, saat ini kondisinya telah berangsur membaik.

"Kondisi pasien sudah cukup membaik sehingga dia bisa keluar dari rawat inap akut," kata Rumah Sakit Charite dalam pernyataannya, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/9/2020).

"Berdasarkan kemajuan pasien dan kondisi saat ini, dokter yang merawat percaya bahwa pemulihan total mungkin terjadi. Namun, masih terlalu dini untuk mengukur potensi efek jangka panjang dari keracunan parahnya," imbuh rumah sakit.

Baca juga : Ketimbang Rusia soal Klaim Alexei Navalny Diracun, Trump: China Jauh Lebih Buruk!

Terkait kasus yang menimpa Navalny, Otoritas Berlin menyatakan jika hasil test di Jerman, Prancis, dan Swedia, menyebutkan jika Navalny telah diracun dengan agen saraf Novichok. Menanggapi hal itu, negara-negara Barat pun meminta penjelasan Rusia terkait insiden ini.

Kendati begitu, Moskow mengatakan belum mendapati adanya bukti kejahatan dan menolak untuk membuka penyelidikan hingga saat ini. Kremlin pun membantah adanya keterlibatan dalam insiden yang menimpa Navalny.

"Keputusan untuk mempublikasikan rincian kondisi Navalny dibuat setelah berkonsultasi dengan pasien dan istrinya," kata rumah sakit tersebut.

Untuk diketahui, Alexei Navalny yang dikenal sebagai pengkritik Presiden Rusia Vlademir Putin dan aktivis antikorupsi itu sempat jatuh sakit, dalam penerbangan ke Serbia bulan lalu. Navalny awalnya sempat dirawat di Serbia, namun kemudian diterbangkan ke Berlin.

Pasca dalam kondisi kritis dan koma pasca insiden itu, pria berusia 44 tahun itu harus dirawat hingga 32 hari di rumah sakit Berlin, termasuk 24 hari dalam perawatan intensif sebelum keluar dari rumah sakit.

Sementara itu, Otoritas Jerman menyebut tes toksikologi memberikan "bukti kuat" jika Navalny telah diracun dengan angen saraf kelas militer era Uni Soviet. Racun itu sempat dipakai dalam insiden keracunan terpisah mantan agen ganda Sergei Skripal di Salisbury, Inggris 2018 lalu.

TAG TERKAIT :
Rusia Jerman Vladmir Putin Alexei Navalny Racun Saraf Novichok

Berita Lainnya