News

Ditetapkan Tersangka, Polisi : Oknum yang Lecehkan Wanita di Soetta Dibebastugaskan

Aisyah Isyana - 23/09/2020 19:50

Beritacenter.COM - Polisi menetapkan oknum tenaga kesehatan, EF, yang viral karena melecehkan wanita inisial LNI saat rapid test di Bandara Soekarno-Hatta, sebagai tersangka. Saat ini, pelaku yang juga memalsuan hasil rapid test korban itu telah dibebastugaskan oleh PT Kimia Farma Diagnostika.

"Makanya kita tetapkan saudara EF ini sebagai tersangka. Sekarang kita sudah melakukan pengecekan karena memang yang bersangkutan sudah dibebastugaskan oleh PT Kimia Farma (PT Kimia Farma Diagnostika, red)," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Baca juga : Soal Kasus Pelecehan di Soetta, Polda Metro : Ini Penipuan, Hasil Rapid Test Korban Reaktif

Meski begitu, Yusri masih belum menjelaskan lanjut soal jabatan tersangka di perusahaan jasa laboratorium itu, apakah sebagai dokter, perawat, atau tenaga lainnya. Yang jelas, Yusri memastikan jika pihaknya saat ini masih memburu tersangka.

Polisi sebelumnya telah menyambangi rumah tersangka, namun EF tak berada dilokasi. Yusri menyebut pihaknya telah memeriksa 8 orang sakis terkait kasus tersebut.

"Kita cek ke tempat kosnya sampai sekarang nggak ada, ya. Sekarang mudah-mudahan secepatnya tim sedang bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap saudara EF ini, yang merupakan oknum tenaga kesehatan pada saat melakukan rapid test. Kita tersangkakan di sini Pasal 378 KUHP (tentang) penipuan," kata Yusri.

"Sudah bergerak tim mengecek di mana tempat kediamannya, (ke) posnya, sudah, (tapi) tidak ada. Tetapi data lengkapnya (pelaku) sudah kita dapati ini," lanjutnya.

Baca juga : Polda Metro Jaya Turun Tangan Selidiki Kasus Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Soal kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan tersangka terhadap korban, disebut Yusri masih di dalami lebih lanjut oleh penyidik. Guna memperkuat bukti-bukti, polisi juga masih mencari CCTV di lokasi.

"Ini masih kita dalami nanti, ada beberapa pasal. Karena memang ada CCTV kita temukan, mudah-mudahan masuk unsur. Karena memang menurut keterangan daripada korban bilang ada pelecehan. CCTV yang kita dapatkan pada saat itu memang betul, CCTV pada saat itu sedang berdua dalam kondisi dekat. Kita masih mendalami terus keterangan saksi yang ada," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Kimia Farma Diagnostika dan PT Angkasa Pura II juga sudah melakukan investigasi internal terkait kasus itu. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadilah Bulqini menyebut pihaknya telah menghubungi penumpang yang bersangkutan.

"PT Kimia Farma Diagnostika telah menghubungi korban atas kejadian yang dilakukan oleh oknum tersebut. PT Kimia Farma Diagnostika akan membawa peristiwa ini ke ranah hukum atas tindakan oknum tersebut yang diduga melakukan pemalsuan dokumen hasil uji rapid test, pemerasan, tindakan asusila dan intimidasi," ujar Adil Fadilah Bulqini dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (19/9).

Adanya kejadian ini sangat disayangkan oleh Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi. Dia menyebut PT Angkasa Pura II sangat menyesalkan adanya informasi ini. Dia memastikan akan memberikan dukungan ke seluruh pihak, termasuk untuk keperluan pengecekan CCTV dan lainnya.

"Kami sangat memberikan perhatian penuh terhadap adanya informasi ini. Kami siap bekerja sama dengan seluruh pihak termasuk sudah berkoordinasi dengan Polres Bandara Soekarno-Hatta yang saat ini tengah melakukan penyelidikan mengenai hal ini.""PT Angkasa Pura II sangat berharap hal ini tidak berulang kembali. Bersama-sama, PT Angkasa Pura II dan stakeholder harus menjaga reputasi Bandara Soekarno-Hatta," jelas Agus Haryadi.

TAG TERKAIT :
Polda Metro Jaya Bandara Soekarno-Hatta Bandara Soetta Rapid Test Wanita Dilecehkan saat Rapid Test

Berita Lainnya