News

Upaya Pemprov Jabar Hadapi Potensi Tsunami di Pantai Selatan Jawa

Anas Baidowi - 24/09/2020 23:33
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat: Dani Ramdan

Menanggapi tim riset ITB yang menyatakan bahwa bencana tsunami berpotensi menerjang pantai selatan Jawa Barat, Pemprov Jawa Barat tengah menyiapkan beberapa upaya untuk mengahadapi bencana tersebut, salah satunya yakni membuat cetak biru provinsi berbudaya tangguh bencana atau yang disebut dengan West Java Resilience Culture Province (JRCP).

"Blue print ini untuk menjawab kondisi kebencanaan Jabar yang memang sedemikian rupa di utara, selatan dan di tengah. Artinya sebenarnya prinsip dari JRCP itu tangguh bencana, yang pertama masyarakat yang memahami, mengetahui dan menyadari risiko bencana," ucap Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dani Ramdan, Kamis (24/9/2020).

"Yang kedua adalah aktif dalam mengurangi risiko bencana, karena paradigma kita bukan pada penanggulangan, tapi pada aspek pengurangan dampak bencana, lalu aspek selamat ketika bencana itu terjadi," katanya.

Menurut Dani, dalam menerapkan JRCP tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. JRCP sendiri mulai digenjot sejak 2019 lalu dan diperkirakan rampung pada 2028 mendatang. Selain itu, dalam menerapkan JRCP juga membutuhkan waktu untuk sosialisasi.

"Tidak bisa 2 - 3 tahun, ada beberapa tahun. JRCP ini memang targetnya agresif, terlalu optimistis kita sadar. Namun hal ini juga seiring dengan kondisi bencana di Jabar yang terus meningkat, tapi ini harus terus digenjot yang mencakup enam dimensi, jadi dimensi masyarakat, infrastruktur, institusi policy, ekologi, knowledge dan local wisdom and financing," katanya.

Selain itu, upaya lainnya adalah memasang sistem peringatan dini (early warning system/EWS) yang dipasang di sepanjang pantai Jabar Selatan. Alat deteksi hasil kerjasama dengan BMKG itu, akan memberikan peringatan dini begitu terdapat anomali pergerakan air laut.

"Memang kondisinya belum ideal, karena alatnya belum terpasang sekian radius kilometer satu sirine. Tetapi setiap tahun kita akan tambah secara bertahap," ujar Dani.

Selanjutnya adalah memasang rambu-rambu evakuasi di sepanjang pantai selatan yang dilakukan secara periodik.

"Memang rambu ini juga belum merata, ini harus dievaluasi jalurnya karena pernah saat kita gelar simulasi, karena orang dan kendaraan berseliweran karena jalurnya sempit," ucap Dani.

Tak hanya itu, Pemprov Jabar juga telah membuat program Safari Desa Tangguh Bencana di desa-desa yang berada di Jabar selatan.

"Ini harus dilakukan setiap tahun agar terpelihara pengetahuannya dan juga memang perangkat desa itu berganti-ganti, tahun ini kita terkendala pandemi. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa lanjutkan desa tangguh bencana ini," tutur Dani.

Baca juga: Riset Peneliti ITB Ungkap Potensi Tsunami 20 Meter di Pantai Selatan Jawa

Sebelumnya, Peneliti ITB, Sri Widiyantoro menjelaskan bahwa pantai selatan Jawa Barat akan diterjang tsunami dengan tinggi mencapai 20 meter dan 12 meter di selatan Jawa Timur, tsunami akan mencapai maksimum rata-rata 4,5 meter di sepanjang pantai selatan Jawa jika terjadi secara bersamaan.

TAG TERKAIT :
Berita Center Tsunami Potensi Tsunami Pontesi Tsunami di Pantai Selatan

Berita Lainnya