Ekonomi

Ekonom: Resesi Indonesia Tak Separah Negara Lain

Lukman Salasi - 25/09/2020 16:42

BeritaCenter.COM - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan, soal potensi resesi ekonomi yang akan dialami Indonesia saat ini tinggal menunggu pengumuman dari BPS.

"Dengan potensi resesi intinya tinggal tunggu dari BPS mengenai kinerja ekonomi kuartal III," kata Bambang dalam diskusi virtual, Kemarin (24/9/2020).

Namun, berdasarkan ramalan dari ekonom, resesi yang dialami Indonesia tidak akan separah negara-negara lain. Hal ini disampaikan oleh Chief Economist PT Bank Mandiri Tbk Andry Asmoro.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal III diprakirakan masih akan berada pada teritori negatif, namun dengan arah membaik dibandingkan kuartal II 2020," kata Andry dalam diskusi virtual, Kamis (24/9/2020).

Hal ini, kata Andry, sejalan dengan dinamika ekonomi global di mana banyak negara-negara dunia yang juga sudah memasuki resesi kecuali Vietnam dan Tiongkok yang masih mencatat pertumbuhan positif.

"Namun demikian, resesi yang dialami oleh Indonesia diperkirakan tidak akan sedalam negara-negara sekawasan seperti India, Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapore, maupun negara-negara maju di Kawasan Eropa dan AS," jelasnya.

Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan full-year ekonomi Indonesia pada 2020 akan berada pada kisaran -1% sampai dengan -2%.

Ke depan, perkembangan ekonomi sektoral Kuartal III dan IV dibayangi resiko dampak penerapan PSBB di wilayah DKI Jakarta sejak tanggal 14 September dan resiko akibat peningkatan kasus COVID-19.

Secara sektoral, sektor-sektor jasa-jasa seperti, perdagangan, transportasi, hotel, restoran dan jasa-jasa perusahaan akan mengalami pemulihan yang relatif lambat dari perkiraan semula akibat peningkatan kasus positif COVID-19.

Demikian pula sektor industri pengolahan, pemulihannya mengikuti pola umum peningkatan ekonomi nasional karena sangat tergantung perbaikan daya beli dan confidence masyarakat sehingga mulai membelanjakan uangnya.

Sementara itu perekonomian akan mulai memasuki masa pemulihan di tahun 2021, dengan asumsi kurva infeksi COVID-19 sudah menunjukkan perlambatan disertai adanya prospek penemuan dan produksi vaksin sehingga masalah pandemi ini bisa cepat teratasi.

"Kami memperkirakan ekonomi dapat tumbuh 4,4% di tahun 2021," jelasnya.

TAG TERKAIT :
Indonesia Berita Center Ekonomi Indonesia Pandemi COVID-19 Ekonom Resesi Ekonomi Indonesia Resesi Tak Separah Negara Lain

Berita Lainnya