Internasional

Dubes RI di Swedia Bicara Pentingnya Nilai Kemajemukan Terkait Insiden Pembakaran Al-Quran

Aisyah Isyana - 27/09/2020 17:40

Beritacenter.COM - Menanggapi adanya insiden pembakaran Al-Quran yang baru-baru ini terjadi di Eropa, Duta Besar (Dubes) RI untuk Swedia dan Latvia 2015-2020, Bagas Hapsoro, menyinggung soal pentingnya nilai kemajemukan. Bagas menyampaikan hal itu dalam Webinar betajuk 'Global Peace: Quran Burning in Europe' yang digelar di International Politics Forum.

Pada kesempatan itu, turut hadir Rais Syuriah PBNU dan Staf Khusus Wakil Presiden RI Masykuri A dan Dubes RI untuk Norwegia dan Islandia Todung Mulya Lubis.

Baca juga : 

Bagas menyebut isu-isu soal imigrasi, ras, integrasi, kejahatan, agama, kesehatan sosial, dan diskriminasi, gencar mencuat di Swedia sejak 2017. Swedia secara umum berupaya memerangi xenophobia dan kejahatan karena kebencian (hate crime) dengan membuat Study Center for Peace and Security including Reconciliation.

Menurutnya, baik Indonesia maupun Swedia sepakat dan memiliki visi yang sama terkait isu tersebut. Untuk itu, Bagas kemudian berbicara soal organisasi masyarakat di Indonesia yang dapat menjadi perekat kemajemukan.

"Insiden pembakaran Al-Quran dikecam oleh kedua negara, yaitu Swedia dan Indonesia. Di Indonesia sendiri, proyeksi Islam Indonesia yang Rahmatan-Lil Alamin telah lama dijalankan. Dalam hal ini, NU dan Muhammadiyah merupakan perekat kemajemukan dan harus dapat bekerja sama untuk menjadi aktor global dalam isu ini" ujar Dubes Bagas dalam keterangan tertulisnya, Minggu (27/9/2020).

Sementara itu, Dubes Todung juga menyebut jika Norwegia juga pernah menghadapi insiden serupa. Saat hal itu terjadi, Todung mengaku langsung melakukan koordinasi dengan Islamci Council di Norwegia. Islamic Council di Norwegia menyarankan agar insiden seperti ini untuk tidak perlu dibesar-besarkan dan overreacting.

"Ini hanya kelompok kecil yang mencari headline dalam media, namun Alhamdulilah tidak memancing reaksi dari masyarakat Norwegia disini" ujar Dubes Todung.

Sekedar diketahui, aksi pelelcehan terhadap kitab suci umat Islam, Al-Quran, sempat heboh terjadi di Eropa. Untuk di Swedia, aksi pembakaran Al-Quran didukung oleh tokoh ekstrim kanan Denmark Rasmus Paludan. Sementara yang terjadi di Norwegia, terjadi aksi perobekan Al-Quran yang memicu kemarahan umuat Islam di dunia.

TAG TERKAIT :
Swedia Norwegia Pembakaran Al-Quran di Eropa Dubes RI Swedia Bagas Hapsoro

Berita Lainnya