Opini

Masyarakat Displin Gunakan Masker Sesuai Protokol Kesehatan

Indah Pratiwi Budi - 28/09/2020 11:00
Oleh : Rengganis Prameswari Penulis adalah mahasiswa Universitas Pakuan bogor

Beberapa bulan ini kita memakai masker untuk memenuhi protokol kesehatan. Sayangnya ada orang yang masih memakai masker scuba atau buff. Padahal masker jenis ini sudah dilarang karena tidak efektif dalam menahan droplet yang menularkan corona. Penggunaan masker berstandar protokol kesehatan harus sering disosialisasikan.

Sejak awal pandemi, pemerintah sudah mengumumkan kewajiban memenuhi protokol kesehatan, dan wajib pakai masker saat berada di luar rumah. Masker dijual di pasar, di minimarket, bahkan di pinggir jalan. Jenisnya pun beragam, mulai dari masker medis, masker kain, masker N95, hingga masker scuba. Masker juga diberi aneka gambar agar menarik.

Namun sayang banyak yang belum paham dan salah membeli masker. Sebagian orang membeli masker jenis scuba atau buff, karena harganya murah meriah, hanya 20.000 rupiah. Padahal masker jenis ini sudah dilarang dan bahkan ketika ada yang memakainya saat anak naik KRL, ia langsung ditegur keras oleh petugas.

Pelarangan penggunaan masker scuba dan buff ini tentu ada alasannya. Menurut Juru Bicara Satgas Covid-19, Dokter Wiku Adisasmito, masker jenis ini tidak efektif dalam mencegah penularan corona. Lebih baik memakai masker kain 3 lapis, karena bisa menyaring udara kotor dan menolak droplet yang berpotensi menularkan virus covid-19.

Masker scuba dan buff hanya memiliki efektivitas penyaringan 0-5%, dan bahannya terlalu tipis. Tak heran harganya sangat murah. Masker jenis ini juga terlalu mudah untuk ditarik ke bawah, membuat pemakainya terlalu sering untuk membuatnya melorot ke dagu. Selain itu, masker scuba dan buff terbuat dari material yang panas sehngga membuat pengap.

Sebaiknya masyarakat memlih masker jenis lain. Bisa masker kain 3 lapis, N95, atau masker berkatup. Masker kain 3 lapis jadi rekomendasi banyak dokter, karena efektivitas filtrasinya 50%-70%. Bahannya juga berserat alami sehingga nyaman dikenakan. Selipkan selembar tisu di antara lapisan masker, sehingga lebih efektif dalam menyaring udara kotor dan droplet.

Masker kain hanya boleh dipakai maksimal 4 jam. Jadi pastikan Anda membawa masker cadangan di dalam tas. Selalu gunakan masker kain yang bersih, agar bisa berfungsi maksimal. Pilih masker kain bertali daripada model karet, karena lebih banyak ruang untuk bernapas.

Masker berkatup ampuh menolak droplet hingga 95%. Keunggulannya, ada lubang kecil-kecil pada katup yang membuat penggunanya bernapas lebih lega. Harganya memang jauh lebih mahal daripada masker kain, tapi Anda bisa membelinya sebagai usaha untuk menolak corona.

Jenis masker N95 juga ampuh, bahkan membuat 100% droplet menjauh. Barangnya juga banyak tersedia di online shop. Namun masker ini disarankan untuk tenaga medis, karena mereka sangat rawan tertular corona.

Masyarakat juga sempat memborong masker medis warna biru atau hijau, yang biasanya digunakan dokter untuk operasi. Masker jenis ini memang bisa menolak droplet hingga 90%. Namun banyak yang salah paham dan memakainya berhari-hari. Padahal masker ini hanya boleh digunakan sekali. Saat membuangnya sebaiknya dipotong, agar tak dimanfaatkan oleh oknum nakal.

Jika ada yang bilang kalau pelarangan masker scuba dan buff karena perang dagang, hal ini salah besar. Karena kenyataannya masker jenis ini tidak ampuh untuk menolak virus covid-19. Jadi percuma memakainya, hanya membuat pernapasan jadi pengap dan tak aman dari corona.

Satgas covid-19 terus memberi edukasi agar masyarakat memakai masker kain yang berstandar protokol kesehatan. Jika ada yang diingatkan saat masih memakai masker scuba atau buff, jangan marah. Karena hal ini untuk kebaikan mereka sendiri. Sebaiknya juga diadakan lagi pembagian masker kain gratis, agar masyarakat lebih tertib memakainya.

TAG TERKAIT :
Masker Virus Corona Covid-19 Protokol Kesehatan Indonesia Bermasker Masker scuba

Berita Lainnya

Jurnalis Kadrun

Opini 12/10/2020 14:55

"POLISI"

Opini 10/10/2020 11:05