Nasional

Kasian Dech...! Gatot Diusir Dari Surabaya, Pegiat Media Sosila : OJOK MACEM2 AMBEK AREK SUROBOYO !

Indah Pratiwi Budi - 29/09/2020 10:30
FOKUS : KAMI

Beritacenter.COM - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) rupanya gatot alias gagal total mendeklarasikan. Acara rencananya digelar di Gedung Juang 45, Surabaya. Dihadiri tiga pembicara, Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo, Prof. Din Syamsudin dan Prof Rochmat Wahab. KAMI diusir di bumi Surabaya.

Gagalnya Deklarasi KAMI tersebut mendapatkan sorotan dari pegiat media sosial Denny Siregar dengan menuliskan sebuah artikel dengan berjudul "OJOK MACEM2 AMBEK AREK SUROBOYO !"

Isi artikelnya sebagai berikut :

Bangga saya dengan warga Surabaya, sebangga saya dengan beberapa daerah di Jawa Tengah yang menolak deklarasi KAMI disana.

Sudah jelas dimata kita, KAMI ini bukan gerakan moral, tapi gerakan politik mengatasnamakan moral.

Mereka sendiri tidak punya moral, karena dimasa pandemi ini, dimana pemerintah sedang sibuk berjibaku supaya virus tidak menyebar luas, kelompok KAMI malah menunggangi situasi untuk menyalahkan pemerintah dengan bersembunyi dibalik kata "menyelamatkan" bangsa.

Apa yang mau diselamatkan oleh KAMI ??

Menyelamatkan diri mereka sendiri mereka tidak bisa. Seharusnya KAMI fokus menyelamatkan kebodohan para pendukungnya yang kebanyakan tidak paham bahwa mereka sering dimanfaatkan oleh politikus busuk yang dibiayai oleh mafia ekonomi hitam utk kepentingan perut mereka.

KAMI ini gerakan politik. Itu sudah jelas. Digerakkan oleh barisan sakit hati yang tidak punya tempat di negara ini. Orang-orang picik yang tidak senang bangsa ini tenang dan fokus menuju masa depan yg lebih cemerlang.

Bayangkan kalau kelompok ini berkuasa, mereka akan terus menyembunyikan keserakahan mereka dengan isu2 ketakutan seperti "bangkitnya PKI". Karena hanya itulah yang mereka bisa, membuat negeri ini sejahtera bukan keahlian mereka.

Gerakan di Surabaya dan banyak daerah lain yang menolak KAMI adalah bukti, bahwa tidak ada tempat untuk kelompok intoleran di negeri ini.

Kata KAMI sendiri sudah berarti bahwa mereka itu kelompok eksklusif, yang disatukan oleh niat jahat untuk membuat masalah demi tujuan buruk mereka. Mereka bukan KITA, yang meski berbeda tetapi tetap satu jua.

Iki Suroboyo, cuk !

KAMI, HTI, FPI ataupun kelompok2 ekslusif lainnya tidak punya tempat di bumi Surabaya. Surabaya kota yang tenang dengan segala macam perbedaan, dan selama ini terjaga dengan baik. Jangan dipecah belah.

Kalau ada yang mau berbuat seperti itu, arek Suroboyo wani tok ! Kalau bukan warganya yang menjaga kotanya, siapa lagi ? Benteng2 penjaga NKRI sedang tumbuh dimana-mana. Dibangun dengan kecintaan negeri oleh semua agama, semua suku dan ras atas nama persatuan Indonesia.

Dengan segala kejancokan yang hakiki, kepada seluruh warga Surabaya, saya harus angkat secangkir kopi !

 

TAG TERKAIT :
Surabaya KAMI Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) KAMI Tukang Hoaks KAMI Tukang Bohong Gatot Mainkan Isu PKI Gatot Diusir Dari Surabaya Acara Kami Di Surabaya Gagal

Berita Lainnya