Ekonomi

Bank Dunia Prediksi 38 Juta Penduduk Akan Jatuh Miskin Akibat Covid-19

Anas Baidowi - 29/09/2020 15:46
ilustrasi

Beritacenter.COM - Prediksi mengerikan sebanyak 38 juta penduduk akan jatuh miskin di kawasan Asia Timur dan Pasifik akibat pandemi Covid-19. Hal itu berdasarkan rilis Bank Dunia (world Bank), Selasa (29/9).

Mengutip laporan Ekonomi Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik edisi Oktober 2020. 33 juta orang yang seharusnya sudah lepas dari kemiskinan, dan 5 juta lainnya terdorong kembali ke dalam kemiskinan (menggunakan batas garis kemiskinan pada USD5,50 per hari (2011 PPP).

Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum menemukan jalan keluar berdampak pada angkatan kerja dan pendapatan dirasakan besar dan tersebar luas. Angka penjualan yang dicapai oleh perusahaan di sebagian negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik mengalami penurunan sebesar 38% hingga 58% pada bulan April dan Mei 2020, dibandingkan dengan di bulan yang sama pada tahun sebelumnya.

"Perusahaan-perusahaan besar tampak mampu pulih lebih cepat daripada usaha berskala kecil dan menengah, dimana UKM lebih rentan terhadap krisis dan kurang begitu mampu untuk berdaptasi dengan menggunakan platform digital. Baik pegawai dengan gaji maupun yang bekerja bagi usaha keluarga mengalami penurunan pendaptan secara signifikan," tulis laporan itu.

Namun, dalam laporannya mencatat prospek pertumbuhan ekonomi bagi kawasan Asia Timur pada 2021 membaik. Di mana pertumbuhan diharapkan mencapai 7,9% di China dan 5,1% di negara-negara lain di kawasan ini.

Prospek pertumbuhan ekonomi itu berdasarkan asumsi terjadinya pemulihan dan normalisasi kegiatan secara berlanjut di negara-negara besar, dikaitkan dengan kemungkinan diproduksinya vaksin.

"Akan tetapi, output diproyeksikan tetap berada di bawah angka proyeksi sebelum pandemi selama dua tahun ke depan. Prospeknya yang tidak baik khususnya bagi beberapa negara di Kepulauan Pasifik yang sangat terdampak, di mana output diproyeksikan tetap berada di 10% di bawah angka sebelum krisis, selama tahun 2021," Tulis laporan Bank Dunia.

TAG TERKAIT :
Berita Center Kemiskinan Covid-19

Berita Lainnya