Hilangnya Tradisi "Jum'at Keramat" Di KPK

Indah Pratiwi Budi - 30/09/2020 08:30
Ditulis Oleh : Supriyanto martosuwito
FOKUS : KPK

TAK ADA LAGI "JUM'AT KERAMAT" DI KPK - Sudah lama sekali kita tak mendengar operasi tangkap tangan (OTT) oleh penyidik Komisi KPK - Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sudah lama juga - bahkan hampir lupa - pernah ada tradisi "Jum'at Keramat" yaitu hari dimana KPK mengumkan status tersangka korupsi, yang melibatkan nama para pejabat tinggi - orang besar - dan resmi menahan dan jadi tahanan karena ada dua alat bukti yang cukup.

Pengumuman KPK di hari Jumat itu kemudian ditandai awak media dan pengamat sebagai "tradisi" .
Tapi "tradisi" itu sudah tak ada lagi.

Jum'at siang hari ini berlalu sama dengan Jum'at pekan lalu dan Jum'at jumat sebelumnnya. KPK kini senyap.

DULU - penyadapan dan penangkapan oleh KPK memberi "hiburan" kepada rakyat bahwa maling tidak hanya kelas pasar tradisional dan rumah warga namun juga pencurian duit negara. Wajah wajah munafik yang selama ini gagh dalam safari toga jas dan dasi akhirnya harus berseragam oranye.

Pencurian mereka dilakukan melalui komitmen yang tersadap lalu bagi bagi uang dollar Singapura Amerika dan rupiah. Puluhan juta, bahkan ratusan juta hingga miliaran rupiah. Kong klikong hakim, jaksa, gubernur, bupati - semua terjangkau oleh hukum.

Kini "hiburan" rakyat itu tak ada lagi.

Apakah koruptor berkurang? Pencuri uang negara susah habis? Kong kalikong selesai? Pengolah prpiyek dan acara bagi bagi succes fee sudah tak ada lagi?

Tentu saja tidak!

Seperti penyelundup narkoba dan teroris, penggarong duit negara juga beradaptasi dengan zaman dan terus meng-up date operasinya.

Laman 'Tempo' mencatat sejumlah politikus yang ditetapkan sebagai tersangka atau resmi ditahan pada "Jum'at Keramat" KPK:

1. Zumi Zola. KPK mengumumkan Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai tersangka pada Jumat, 2 Februari 2018 atas dugaan penerima hadiah atau gratifikasi terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi dan penerimaan lain dalam kurun waktu sebagai gubernur 2016-2021 sebesar Rp 6 miliar .

2. Setya Novanto. KPK menetapkan Setya Novanto menjadi tersangka e-KTP untuk kedua kalinya pada Jumat, 10 November 2017. Pengumuman penetapan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK. Sebagai pemenuhan hal tersangka, KPK mengantarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada yang bersangkutan ke kediaman politikus Golkar itu.

3. Anas Urbaningrum. Menjadi tersangka pada Jumat, 22 Februari 2012 dalam kasus pemberian dan janji dalam kaitan proyek Hambalang dan proyek lainnya. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ini telah diadili dan kini sedang menjalani hukuman.

4. Angelina Sondakh. Pada Jumat, 3 Februari 2012 politikus Demokrat Angelina Sondakh juga ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek pembangunan Wisma Atlet Jakabaring, Palembang

Mantan Puteri Indonesia ini disebut menerima uang melalui anak buah Muhammad Nazaruddin, yaitu Mindo Rosalina Manullang. Suap tersebut terkait dengan pembangunan Wisma Atlet SEA Games.

Angie adalah salah seorang anggota Komisi Olahraga Dewan Perwakilan Rakyat. Seperti Anas, Angie juga sedang menjalani hukuman penjara.

5. Suryadharma Ali. Menjadi tahanan KPK pada Jumat, 10 April 2015. Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali resmi Dia ditangkap KPK karena melakukan tindak pidana korupsi pelaksanaan ibadah haji periode 2010-2013 ketika menjabat sebagai Menteri Agama untuk periode 2009-2014. Saat ini, Suryadharma ditahan di Lapas Sukamiskin.

Selain sederet politikus di atas, ada banyak tersangka lainnya yang ditetapkan atau ditahan secara resmi oleh KPK pada Jumat keramat.

Di antaranya, bekas Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Gultom, Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, mantan sekretaris jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella, mantan Ketua Umum AMPG Fahd A Rafiq, mantan Wakil Rektor UI Tafsir Nurchamid, serta mantan Kepala Bakamla Nofel Hasan.

Kini Jum'at keramat itu tak ada lagi. Meski gedung KPK masih tegak berdiri.

Entah *

TAG TERKAIT :
KPK Komisi Pemberantasan Korupsi Jum'at Keramat Di KPK

Berita Lainnya