News

Bupati Tangerang Minta Kasus Musala Dicoret Tak Dikaitkan dengan Peristiwa 30 September

Jadi agar tidak berkembang kemana-mana, informasi harus dijelaskan kepada masyarakat. Apalagi hari ini tanggal 30 September agar tidak berkembang ke mana-mana

Aisyah Isyana - 30/09/2020 20:45

Beritacenter.COM - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengimbau masyarkat agar tidak mengaitkan kasus vandalisme musala di Pasar Kemis dengan peristiwa 30 September. Terlebih, polisi juga sudah berhasil menangkap pelaku yang diketahui warga sekitar TKP.

"Pelaku satu orang dan memang sudah diamankan, pelaku tidak jauh dari lokasi TKP dan sedang didalami apakah pelaku sendiri atau pun ada hal lain. Jadi agar tidak berkembang kemana-mana, informasi harus dijelaskan kepada masyarakat. Apalagi hari ini tanggal 30 September agar tidak berkembang ke mana-mana," kata Zaki Iskandar di Mapolres Tangerang, Rabu (30/9/2020).

Baca juga :

Zaki menyebut menyebut pihaknya dan masyarkat menyerahkan pengusutan tersangka Satrio Katon Nugroho kepada polisi. Dia juga menyinggung soal aksi cepat tanggap polisi dalam meringkus pelaku, guna menghindari kesimpangsiuran informasi. Zaki menegaskan jika drinya atas nama Pemda dan masyarkat, sangat mengecam aksi vandalisme tersebut.

"Tentu saja atas nama pemda saya mengecam aksi vandalisme terhadap rumah ibadah. Ini tidak perlu dicontoh," ujar Zaki.

Pasca terjadinya aksi vandalisme ini, Zaki mengimbau masyarkaat untuk meningkatkan waspada dan meningkatkan keamanan di lingkungan. Jangan main hakim sendiri dan segera laporkan ke pihak kepolisian, jika sekiranya mendapati hal mencurigakan.

"Semoga kejadian ini membuka wawasan kita semua bahwa banyak pembinaan pemuda yang harus kita lakukan tidak hanya akademik tapi mentalnya," ucap Zaki.

Lantaran aksinya mencorat-coret musalah dan merobek Al Quran yang dapat menimbulkan permusuhan dan dinilai menodai agama, pelaku Satrio telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 156 (a) dan atau pasal 156 KUHP.

"Terhadap tersangka kita terapkan Pasal 156 KUHP karena dia diduga melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan perasaan permusuhan atau penodaan terhadap agama sehingga dapat menimbulkan perasaan permusuhan, kebencian atapun penghinaan terhadap golongan atau beberapa golongan," kata Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi.

 

TAG TERKAIT :
Tangerang Bupati Tangerang Vandalisme Musala di Tangerang Pencoret Musala Ahmed Zaki

Berita Lainnya