Opini

Menolak Lupa! Peristiwa Pondok Lirboyo dan PKI

Baharuddin Kamal - 01/10/2020 16:58

Beritacenter.COM - Dalam belantika sejarah nasional, tanggal 30 September merupakan hari yang tidak bisa dilupakan jagat masyarakat Indonesia, betapa tidak 55 tahun silam terjadi tragedi kelam tepatnya pada tanggal 30 September tahun 1965, Partai Komunisme Indonesia (PKI) berusaha mengkudeta pemerintahan Presiden Soekarno, kroni-kroni PKI menculik beberapa jendral negeri ini yang kemudian para jendral tadi dibunuh dan dibuang di Lubang Buaya.

Pahlawan yang gugur tadi mendapat penghargaan sebagai pahlawan revolusi, diantaranya:

- Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani
- Mayor Jendral Raden Soeprapto
- Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono
- Mayor Jendral Siswondo Parman
- Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan
- Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo
- AIPDA (anm.) Karel Satsuit Tubun
- Brigadir Jenderal (anm.) Katamso Darmokusumo
- Kolonel (anm.) Sugiono
- Lettu Pierre Andreas Tendean

Pemberontakan yang dipimpin oleh DN Aidit ini menginginkan supaya NKRI yang berasas pancasila berubah menjadi negara Komunis, selepas bughot yang gagal ini, Presiden Soekarno lalu memberikan mandat kepada Jendral Soeharto supaya menumpas PKI sampai ke akar-akarnya, hasillnya dilansir dari Detik.com Pada akhir 1965, diperkirakan sekitar 500.000 hingga satu juta anggota dan pendukung PKI diduga menjadi korban pembunuhan. Sedangkan ratusan ribu lainnya diasingkan di kamp.

#PKI yang sebelumnya bersaing sehat dengan PNI, Masyumi, dan Bahkan Nahdlatul Ulama, menjadi Partai haram dan terlarang ikut serta di belantika perpolitikan nasional. G 30S merupakan puncak bola salju atas ulah PKI, karena sebelumnya PKI telah membuat permusuhan dan perpecahan bagi dimensi sosial Masyarakat Indonesia, bahkan dimensi sosial santri pun juga menjadi sasaran ulah PKI, tak terkecuali Pesantren Lirboyo.

Tercatat PKI sempat beberapa kali bahkan sering mengganggu dan menyerang santri maupun Kiai Pondok Lirboyo, disini saya akan sajikan bagi pembaca yang budiman, tentang senggolan PKI terhadap Pondok Lirboyo, supaya menjadi ibrah bagi kita dan Jas Hijau, Jangan sekali-kali menghilangkan jasa ulama:

1. PKI pernah berusaha membunuh KH Abdul Karim
Tepatnya pada tahun 1948, kejadian itu bertepatan pada pukul 2 malam ketika itu KH Abdul Karim keluar dari ndalem “cung ,maling!!! Maling Nyowo!!!” begitu KH Abdul Karim memberitahukan kepada santri kalau ada oknum yang ingin membunuh beliau, sontak santri-santri langsung masuk ke ndalem beliau namun sang maling yang notabene oknum PKI ini sudah tiada.

PKI itu bisa masuk ke ndalem beliau karena dulu belum dijaga ndalemnya oleh santri layaknya zaman sekarang, maka selepas kejadian ini sampai sekarang ndalem-ndalem Dzuriah selalu dijaga oleh santri, KH Anwar Mansur menceritakan kejadian ini saat ada acara di Masjid Lawang songo, beliau sambil menangis sesenggukan menceritakan ini.

2. Galian di Sekitar Pondok
Sebelum Tragedi #G30/S 1965 PKI meletus, PKI sudah memberontak terhadap negeri ini, tepatnya pada 18 September 1948 yang terjadi di Madiun. Tempo waktu tersebut wilayah sekitar Desa Lirboyo merupakan sentra militan PKI berasarang, maka tak salah semenjak itu Pondok #Lirboyo sering mendapat gangguan dari PK.

Puncaknya pada tahun 1965, disekitar Pondok Lirboyo terdapat galian lubang sumur buatan PKI yang mana nantinya diperuntukan mengubur jasad Kiai-Santri Lirboyo, Al-Hamdulillah berkat pertolongan Allah, niat jahat PKI itu gagal karena PKI berhasil digagalkan.

3. Santri Sering Bentrok dengan Masyarakat PKI
Lirboyo tidak hanya sarangnya dedemit atau makhluk ghaib, namun juga menjadi markas para PKI, maka tak salah sering sekali Santri dan PKI bentrok, hal ini sesuai dengan yang diceritakan oleh KH Thohir Marzuki (putra ke-enam KH Marzuqi Dahlan).

Dalam buku Pesantren Lirboyo, Sejarah, Peristiwa, fenomena dan Legenda ”sebelum Gestapu/ G30S PKI meletus, santri sering bentrok dengan masyarakat Komunis Lirboyo, biasanya anak-anak Cirebon yang tidak mengontrok emosi mereka, saat itu jika ada santri yang bentrok dengan masyarakat akan ditakzir.” Tutur KH Thohir.

4. PKI Menjarah Sawah Dzuriah
Gangguan PKI masa dahulu masih berlanjut, PKI benar-benar bengis, sudah menganggu lewat cibiran, fisik, bahkan hingga usaha pembunuhan, kala itu PKI juga mencoba merebut swah Dzuriah Masyayikh Lirboyo. Namun seperti diceritkan no.3 diatas, santri-santri dengan tegas sedikit memberikan perlawanan kepada PKI, pada Akhirnya kepemilikan sawah itu dikembalikan lagi ke Dzuriah.

5. Gus Maksum Sang Pendekar Berambut API
Gus Maksum merupakan Kiai yang terkenal sakti, hal ini hampir diketahui oleh seluruh penduduk Negeri, kesaktian Gus Maksum yang paling terkenal adalah rambut gondrongya, selain tidak mempan untuk dipotong, rambut Gus Maksum pernah berubah mengobarkan Api, hal itu terjadi ketika pihak PKI menantang GP Ansor latih tanding silat setiap bulan di Desa Watu Ompak Kecamatan Prambon Kab, Nganjuk.

Pesilat PKI kala itu memprovokasi Ansor bahkan hingga mengeluarkan Psywar dengan berkata “Aku Kemari jalan-jalan ke Neraka” dan kata-kata Provokatif lainya.

Namun pesilat Ansor tidak langsung terpancing dan melawan, namun menunggu kedatangan Gus Maksum terlebih dahulu. Setibanya gus Maksum datamg, beliau langsung naik kearena sambil mengucapkan kalimat takbir “Allahu Akbar” dan orang-orang melihat rambut Gus Maksum mengeluarkan Api, sontak pesilat PKI pada ketakutan, dan pihak Ansor tersulut keberanianya, kemudian menyerang pesilat PKI yang pada lari tunggang langgang.

akan tetapi Masyayikh Lirboyo dengan sifat arifnya melarang santri untuk balas dendam.

Mungkin 5 cerita diatas menjadi ibrah bagi kita, sebenarnya masih banyak kisah sejarah Lirboyo dan PKI, maupun Pesantren dan PKI. InsyaAllah akan penulis uraikan dilain kesempatan.

Oleh: Elnahrowi

TAG TERKAIT :
Berita Center PKI Hari Kesaktian Pancasila Mengenang Pondok Lirboyo dan PKI Pondok Liboyo

Berita Lainnya