Internasional

Berpotensi Tularkan COVID-19, Aksi Trump Temui Pedukung Diluar RS Dikecam Pakar Medis

Semua orang di dalam kendaraan selama 'drive-by' Presiden yang sama sekali tidak perlu itu, sekarang harus dikarantina selama 14 hari

Aisyah Isyana - 05/10/2020 12:41

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat heboh dan memicu kemarahan komunitas medis, lantaran nekat menemui para pendukungnya di luar rumah sakit militer tempat dirinya dirawat pasca terpapar virus Corona. Kunjungan yang mengabaikan protokol kesehatan itu dinilai sangat berpotensi menularkan virus COVID-19.

Presiden Trump diketahui keluar dari RS Walter Reed, Minggu (4/10) waktu setempat. Trump yang mengenakan masker tampak melambaikan tangannya ke para pendukung dari dalam mobil antipeluru di luar pusat medis militer dekat Washington. Hal itu dinilai tampak dirancang guna menunjukkan jika kesehatan Trump yang mulai membaik.

Baca juga :

Perjalanan singkat Trump menyapa pendukungnya dinilai para pakar medis telah melanggar pedoman kesehatan publik pemerintahan Trump sendiri, dimana mengharuskan pasien untuk diisolasi saat dalam perawatan. Terlebih, hal itu dinilai berpotensi menularkan virus ke para pengawal Secret Service-nya, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (5/10/2020)

Trump sendiri diketahui telah berulang kali mendapat teguran lantaran melanggar pedoman kesehatan masyarkat dan menyebarkan informasi yang salah terkait pandemi. Trump bahkan diketahui sempat menuliskan cuitan di akun Twitter-nya terkait 'kunjungan dadakan' itu.

"Kami akan memberikan sedikit kejutan kepada beberapa patriot hebat yang kami punya di jalan. Saya akan melakukan kunjungan mendadak," kata Trump dalam video yang diunggah ke Twitter.

Trump dalam cuitannya juga mengaku telah belajar banyak tenang virus COVID-19. Namun, aksi Trump menggelar kunjungan dadakan itu mendapat kecaman dari para ahli kesehatan. Para ahli bahkan menyebut capres AS ini sama sekali tak pernah belajar.

"Semua orang di dalam kendaraan selama 'drive-by' Presiden yang sama sekali tidak perlu itu, sekarang harus dikarantina selama 14 hari," kata James Phillips, kepala pengobatan bencana di Universitas George Washington.

"Mereka mungkin sakit. Mereka mungkin mati. Untuk teater politik. Diperintahkan oleh Trump untuk mempertaruhkan nyawa mereka di teater. Ini gila!" cetusnya.

Selain itu, kecaman senada juga diungkapkan Ketua Departemen Etika Medis dan Kebijakan Kesehatan di Universitas Pennsylvania, Zeke Emanuel. Dia bahkan menyebut aksi Trump itu sebagai hal yang memalukan.

"Membuat agen Secret Service-nya mengemudi dengan pasien COVID-19, dengan jendela terbuka, membuat mereka berisiko terinfeksi. Dan untuk apa? Aksi humas," demikian cuitannya di Twitter.

TAG TERKAIT :
Donald trump Pilpres AS Presiden AS Pandemi COVID-19 Donald Trump Positif Corona

Berita Lainnya