Nasional

Presiden KSPI Pastikan Pihaknya Tak Akan Ikut Demo di Depan Istana

Baharuddin Kamal - 08/10/2020 10:52
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal .

Beritacenter.COM - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal memastikan bahwa pihaknya tidak akan bergabung dengan ribuan mahasiswa yang melangsungkan unjuk rasa di depan Istana Negara, di Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat pada Kamis (8/10) hari ini. Dia menyebutkan, pihaknya akan menggelar aksi mogok kerja di sekitar daerah industri masing-masing.

"Masih sesuai rencana semula, lokasi aksi mogok nasional adalah di sekitar lingkungan pabrik atau daerah sekitarnya yang ditentukan pimpinan cabang setempat," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis ini (8/10/2020).

Said meminta agar buruh bisa menjaga ketertiban dan suasana kondusif dalam aksi hari ketiga mogok kerja.

Dari data yang diterima oleh KSPI, lanjut Said, jumlah elemen yang ikut turun ke jalan semakin bertambah pada hari kedua aksi mogok kerja, Rabu (8/10/2020).

Dia menyebutkan ada beberapa daerah yang melakukan pergeseran besar antara lain terjadi di Tangerang, Jakarta, Bogor, Karawang, Bekasi, Purwakarta, Bandung, Subang, Lampung, Gresik, Surabaya, Batam, sebagainya.

"Tanggal 8 Oktober 2020 adalah hari terakhir mogok nasional KSPI dan KSPSI AGN serta 32 federasi serikat pekerja, sesuai hasil kesepakatan dan instruksi organisasi yang sudah diedarkan beberapa waktu lalu," ucapnya.

Meski begitu, dia meminta seluruh massa aksi untuk membekali diri dengan masker, face shield, hand sanitizer, dan obat-obatan pribadi mengingat demonstrasi akan dilakukan saat pandemi covid-19.

Selain di Jakarta, gelombang demonstrasi mahasiswa dan buruh juga akan terus berlangsung di sejumlah daerah hingga omnibus law dibatalkan.

Sebelumnya, Said Iqbal bersama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menghadap Presiden Joko Widodo di istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Ia mengungkapkan bahwa rapat tersebut bertujuan untuk membahas isu yang sedang ramai diperbincangkan, yakni soal RUU Omnibus Law yang telah disahkan menjadi Undang-Undang.

"Bicara proses pertimbangan omnibus," sebutnya.

Namun, dipanggilnya pimpinan buruh itu ke istana tampaknya bukan hanya kali ini. Ke depan, komunikasi diperkirakan bakal tetap terjalin.

"Nanti Bung Andi akan dipanggil lagi, follow up. Kalau saya lihat situasi. Kalau Bung Andi sepertinya, sepertinya, dipanggil lagi. Tunggu kabarnya lah," jelasnya.

TAG TERKAIT :
Demo Buruh Berita Center Presiden Jokowi Said Iqbal Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Demo Buruh Tolak Omnibus Law Presiden KSPI

Berita Lainnya