Kesehatan

Satgas Covid-19: Tes Swab di Puskesmas Gratis, Lapor Jika Ada Pungutan

Anas Baidowi - 09/10/2020 21:10
Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo

Beritacenter.COM - Ketua Satgas COVID-19, Doni Monardo mengatakan bahwa pemeriksaan tes swab di puskesmas seharusnya tidak dipungut biaya alias gratis. Jika ada pungutan oleh pihak puskemas, Ia meminta masyarakat agar melapor ke Satgas Covid-19.

"Yang di puskesmas seharusnya gratis karena reagen itu diberikan dari pusat, dari Kemenkes dan Satgas. Kemudian pemerintah provinsi/kabupaten/kota juga ada yang menyelenggarakan reagen sendiri," kata Doni dalam kanal YouTube BNPB Indonesia, Jumat (9/10/2020).

"Kalau toh mungkin masih ada pungutan-pungutan mohon kami bisa diinformasikan sehingga kami bisa mencarikan solusinya, beban kepada masyarakat tidak boleh terlalu berat, apalagi untuk melakukan pemeriksaan spesimen," katanya.

Doni menjelaskan, bagi masyarakat yang melakukan kontak erat dengan kasus positif ketika di-tracing seharusnya gratis dan tidak boleh ada pemungutan.

"Nanti kami perlu dilaporkan nanti kami perlu carikan solusinya sehingga masyarakat tidak boleh terbebani dengan pemeriksaan ini," ujarnya.

Sementara itu pemerintah telah menetapkan harga tes swab mandiri maksimal Rp 900 ribu. Selain itu, ada juga pemeriksaan kontraktual yang dimana satgas bekerjasama dengan swasta. Misalnya bagi tenaga kesehatan biaya swab menjadi Rp 439 ribu.

"Artinya satgas bekerjasama dengan swasta untuk melakukan pemeriksaan swab PCR terhadap kelompok tertentu misalnya dokter dan perawat, misalnya dokter dan perawat itu biayanya kalau nggak salah Rp 439 ribu per 1 kali pemeriksaan spesimen," ujarnya.

Doni mengatakan, pemerintah telah menyalurkan sejumlah mesin PCR ke sejumlah daerah. mesin PCR tersebut awalnya hanya berjumlah satu saja, itu pun berada di laboratorium Balitbangkes Kemenkes yang kemudian diperbanyak secara bertahap. Saat ini sudah ada 374 laboratorium.

Sementara itu, kemampuan testing per hari yang semula 2.000 meningkat menjadi 10-30 ribu, saat ini rata-rata sudah di atas 35 ribu dan pernah hampir mendekati 50 ribu spesimen yang diperiksa. Meski begitu dia mengakui pemeriksaan spesimen belum merata di Indonesia.

"Ada daerah dengan kemampuan yang sudah sesuai standar WHO 1 orang per 1000 penduduk untuk 1 minggu, Jakarta termasuk yang cukup tinggi angka pemeriksaan spesimennya, kita terus bergerak untuk bisa bergerak ke seluruh Indonesia," ujarnya.

TAG TERKAIT :
Berita Center Covid-19 Satgas COVID-19 Tes Swab Tes Swab Gratis

Berita Lainnya