Opini

KITA PERCAYA PRESIDEN JOKOWI DAN JANGAN BIARKAN PRESIDEN JOKOWI SENDIRIAN

Indah Pratiwi Budi - 14/10/2020 14:53

Jika kita ingin mendengar pendapat ahli ttg Omnibus UU Ciptaker maka dengarlah pendapat ahli yg netral dan jujur. Banyak ahli yg bergelar Profesor dan lainnya yg tidak jujur, memelintir dan membolak balikan fakta data, semua itu karena kebencian akut mereka kpd Presiden Jokowi. Salah satu ahli yg menguasai betul dan jujur adalah pakar hukum Profesor Romli Atmasasmita, seperti peryataannya ttg Omnibus UU Ciptaker dibawah ini.

Prof.Dr. Romli Atmasasmita S.H.LL.M. justru menyambut baik lahirnya Omnibus Law UU Cipta Kerja. Menurutnya, kehadiran UU sapu jagad tsb justru akan memutus mata rantai mafia dan praktek KKN, mengapresiasi upaya pemerintah yg telah berani menembus " Tembok tebal " Government Corruption dan memutus mata rantai mafioso dan birokrat korup.

SELAMA 75 TAHUN INDONESIA MERDEKA, BELUM ADA SATU PEMERINTAHPUN YG BERANI UNTUK MEMBUAT REGULASI PENTING DITENGAH TUMPANG TINDIHNYA KEBIJAKAN DAN MAL ADMINISTRASI. Selama 75 tahun masa pemerintahan, tidak berhasil sekadar mengandalkan kejaksaan, kepolisiaan dan KPK.

Omnibus Law UU Cipta Kerja bukan untuk menyengsarakan rakyat, melainkan mengincar mafia2 yg tidak bertanggung jawab. UU Cipta Kerja tidak melemahkan dan menyengsarakan rakyat, tetapi justru melemahkan dan menyengsarakan mafioso, mal administrasi, korupsi dan suap, serta perilaku Rent-Seeking.

Omnibus Law UU Cipta Kerja akan berdampak positif, sebab bisa mengubah budaya buruk korupsi, kolusi dan nepotisme yg kental dgn zaman Orde Baru.

Dari peryataan Profesor Romli Atmasasmita tsb diatas dapat kita ketahui bahwa Omnibus Law UU Cipta Kerja bukan untuk menyengsarakan/menindas rakyat, tetapi justru Presiden Jokowi membela rakyatnya.

Dari peryataan Profesor Romli Atmasasmita tsb diatas dapat kita ketahui bahwa Omnibus Law UU Cipta Kerja justru memutus mata rantai mafia dan praktek KKN dan selama 75 tahun merdeka Presiden Jokowilah yg paling berani membuat regulasi penting.

Disini kita percaya Presiden Jokowi tidak mungkin menzalimi rakyatnya sendiri, tidak mungkin membela kepentingan/pekerja asing dan tidak mungkin ingin membunuh rakyatnya sendiri, justru Presiden Jokowi membela rakyatnya, ingin menciptakan banyak lowongan kerja utk rakyatnya, dari dulu kita sudah tahu bahwa Presiden Jokowi itu Presiden Pelayan rakyat.

Lalu pertanyaannya : jika UU Cipta Kerja itu bagus, kenapa ditolak, didemo minta dibatalkan ? Semua itu karena kebodohan, percaya hoax, tdk pernah membaca apalagi mempelajari UU tsb hanya ikut2an lalu percaya, orang bayaran yg dibayar uang receh lalu bersedia membakar, merusak, membuat kerusuhan dan dari peryataan polisi bahwa 1192 orang yg ditangkap terkait rusuh demo adalah dari kelompok Anarko, ada pelajar yg hampir setengahnya pelajar STM,, ada pengangguran, ada mahasiswa dan pekerja, bukan utk menyalurkan aspirasi tetapi utk membuat rusuh dan mereka dijanjikan sejumlah uang.

Walkot Surabaya Ibu Risma sgt marah karena pendemo merusak fasilitas umum, pedemo di tanya Ibu Risma teryata ada dari Lamongan, Madiun,dll, jelas mereka ada yg mengorganisir.

Adapun demo2 rusuh yg dilakukan tsb polanya selalu sama. Menurut Dosen Ilmu Politik dan Keamanan Unpad " Muradi " menilai bentrokan aparat dgn masa dlm aksi yg menolak UU Cipta Kerja memiliki pola yg sama dgn pola serupa di tahun 2019, yaitu 21-22 Mei 2019 demo menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 dan Sept 2019 demo mendesak pemerintah membatalkan revisi UU KPK. Menurut Muradi, pola seperti menyebarkan isu dan sentimen solidaritas dlm kerusuhan demonstrasi menolak UU Cipta Kerja ini juga dipakai oleh operator yg sama saat kerusuhan pd Mei dan Sept 2019, orangnya itu2 saja, operatornya sama, polanya juga sama.

Ini bukan masalah sosialisasi UU Cipta Kerja, meskipun bertahun2 disosialisasikan kemungkinan tdk ada gunanya, karena harus mengikuti kemauan mereka, karena ini masalah kebencian kpd Presiden Jokowi, mereka menggunakan isu apapun yg bisa digunakan, mereka memiliki dana yg besar dan kita sudah tahu siapa saja orangnya, lalu mengorganisir demo bayaran utk membakar, membuat kerusuhan, tujuannya untuk menjatuhkan Presiden Jokowi, tujuan mereka Utk berkuasa.

Para koruptor bersatu, pendukung Orba bersatu, para mafia bersatu, ormas2 bertopeng agama bersatu, kaum radikal bersatu, politikus kotor bersatu, maka dari itu orang2 baik pendukung Presiden Jokowi juga harus tetap solid bersatu, kita harus tetap percaya Presiden Jokowi, kita harus tetap bersatu membela Presiden Jokowi dan jangan biarkan Presiden Jokowi sendirian dlm menghadapi para bedebah ini, para pengkhianat bangsa dan negara ini.

SALAM DAMAI.
ROF SIN.

TAG TERKAIT :
Jokowi Joko Widodo Presiden Jokowi Jokowi Orang Baik Jokowi Orang Hebat Jokowi Presiden Ku Pembenci Jokowi

Berita Lainnya

Mengejek Adzan

Opini 03/12/2020 14:04

Azan Petamburan

Opini 02/12/2020 14:00