News

Lagi, Hakim Militer Bandung Pecat Pratu H dari TNI Gegara Hubungan Sejenis

Aisyah Isyana - 15/10/2020 11:30

Beritacenter.COM - Sanksi pemecatan dijatuhi Pengadilan Militer II-09 Bandung terhadap Pratu H yang diketahui melakukan hubngan sesama jenis. Sebelumnya, Pengadilan Militer Semarang juga melakukan pemecatan terhadap Praka P dalam kasus serupa.

Adapun hal itu juga tertuang dalam putusan Pengadilan Militer II-09 Bandung yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (15/10/2020). Diketahui jika Pratu H merupakan prajurit TNI sejak 2013 lalu, yang diangkat melalui pendidikan Secata Gelombang II.

Baca juga :

Kejadian bermula saat Pratu H bekenalan dengan temannya lewat sosial media, pada 2017 lalu. Disana, Pratu H mulai bercerita dan terbuka soal orientasi seksualnya. Selanjutnya, Pratu H berkenalan dengan sesama anggota TNI dan berlanjut dengan pertemuan didunia nyata.

Keduanya diketahui melakukan hubungan sesama jenis di asrama. Pratu H melakukan hubungan sesama jenis itu berulang kali. Hingga akhirnya, orientasi seksual Pratu H mulai dicurigai oleh pimpinannya pada 2019 lalu. Dia pun ditahan untuk mempertanggung jawabkan perbatannya.

Alhasil, Pratu H kemudian disidik oleh Polisi Militer dalam perkara hubungan seksual sesama jenis (LGBT). Selanjutnya, Pratu H kemudian dilimpahkan ke pengadilan dan diadili di Pengadilan Militer Bandung.

Oditur (jaksa-red) militer dalam dakwaannya menyebut Pratu H telah melanggar perintah dinas, yakni Surat Telegram Kasad No. ST/1313/2009 Tgl 4- 8-2009 dan Surat Telegram Panglima TNI No ST/398/2009 Tgl 23-7-2009 yang melarang Prajurit TNI untuk melaksanakan Homo/Lesbian dan ST tersebut bersifat perintah. Selain itu, Pratu H juga didakwa melanggar Pasal 281 KUHP tentang kesusilaan.

Dalam perkara ini, oditur militer menuntut Pratu H agar dinyatakan dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 281 ke-1 KUHP dan meminta hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara dan dipecat dari militer.

"Menyatakan terdakwa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan Pidana Pokok: Penjara selama 8 (delapan) bulan dan 12 (dua belas) hari. Pidana Tambahan: Dipecat dari dinas Militer," kata ketua majelis Letkol Chk Panjaitan HMT SH MH, dengan anggota Mayor Chk Sunti Sundari SH dan Mayor Chk Surya Saputra SH.

Hubungan sesama jenis itu disebut majelis telah dilakukan terdakwa berulang kali sejak 2017 hingga 2019. Majelis menyebut terdakwa melakukan hubungan sesama jenis sekali dengan orang sipil dan empat kali dengan sesama anggota TNI AD yang notabene atasan/seniornya seorang anggota TNI.

"Perbuatan Terdakwa yang melakukan perbuatan asusila dengan sesama jenis merupakan penyimpangan seksual yang tidak sesuai dengan norma-norma agama, kesusilaan, dan aturan yang berlaku di lingkungan TNI," papar majelis menjelaskan alasan pemecatan Pratu H itu.

"Hal ini disadari oleh Terdakwa karena perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa menjadi bagian dari penekanan dan perintah dari pimpinan TNI pada jajaran-jajaran satuan di bawahnya bahwa berhubungan sesama jenis dilarang di lingkungan TNI karena tidak sesuai dengan norma-norma dan kehidupan prajurit TNI dan secara administrasi dapat diberhentikan dengan tidak hormat, namun justru Terdakwa membiarkan perbuatan tersebut bahkan aktif berbuat asusila sesama jenis dengan saksi-4 dan bukan ikut membantu Pimpinan TNI dalam mencegah maraknya LGBT di lingkungan TNI," sambungnya.

TAG TERKAIT :
TNI LGBT Hubungan Sesama Jenis Anggota TNI Homo

Berita Lainnya