Opini

KETIKA MALAYSIA JADI KADRUN

Indah Pratiwi Budi - 20/10/2020 10:23

Bank Dunia mengapresiasi Omnibus Law. Gatot akhirnya mengatakan UU itu sangat mulia dan yg di tangkap dari KAMI tak perlu di kasihani.

Bahkan UU ini juga membuat manusia2 kardus di dalam negeri jadi ngeri, ada juga kepala daerah yg meradang karena UU itu akan membuat mereka tak bisa main mata utk hal-hal yg selama ini bisa membuat mereka kaya raya. Inilah jurus sapu jagat Jokowi yg dahsyat.

Negeri ini lama menjadi hinaan bangsa lain, bahkan tetangganya seperti Singapura dan Malaysia menganggap kita babunya mereka, tak salah memang karena kita bersedia di babukan mereka, salah siapa, ya salah pemimpin kita sebelumnya yg tak punya sikap dan bisa membawa bangsanya mengangkat kepala.

Jokowi, adalah presiden yg punya nyali dan selera tinggi, liat saja kerjanya yg punya planning luar biasa, dan sudah nyata.

Kenapa Malaysia sampai sedemikian berang, ya karena UU itu punya ekses besar kepada mereka. TKI mungkin akan kembali, sawit mereka akan semakin sulit bersaing dgn kita, dan yg pasti investor akan jauh melirik Indonesia yg selain punya banyak tenaga, ada UU yg jelas melindungi investasi mereka.

Jadi, urus saja martabak dan roti cane kalian..., ngapain pula ngurus omnibus law, apa takut membuat kalian loyo. Kalau saja mereka sadar, luas dan populasinya mereka hanya 10%nya Indonesia jd jangan terus menganggap kita bisa diketekin mereka.

Dulu kami cuma prihatin mamak, sekarang kami punya presiden yg lain yg bisanya cuma prihatin, mau tau namanya,.. Jokowi. Jadi berhentilah mengurus negara orang lain, urus saja diri kalian, mumpung masih sadar dan kami juga masih sabar, daripada kami jadikan nasi kandar.., bisa ambiyaaar...

Ditulis Oleh : Biakto Biakto

TAG TERKAIT :
Jokowi Malaysia Presiden Joko Widodo Omnibus Law RUU Omnibus Law UU Omnibus Law Omnibus Law UU Cipta Kerja

Berita Lainnya

Mengejek Adzan

Opini 03/12/2020 14:04

Azan Petamburan

Opini 02/12/2020 14:00