Teknologi

Jelang Pilpres AS, Facebook Tolak 2,2 Juta Iklan Permintaan Iklan Terkait Pemilu

Aisyah Isyana - 21/10/2020 01:33

Beritacenter.COM - Raksasa teknologi Facebook telah menolak sebanyak 2,2 juta permintaan iklan, lantaran berupaya menghalangi pemungutan suara dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat (AS), pada 3 November mendatang.

Tak hanya itu, Facebook juga telah menghapus sebanyak 120 ribu postingan di Facebook dan Instagram. Facebook juga memberikan peringatan kepada 150 juta postingan karena alasan tersebut. Hal itu turut dibenarkan Wakil Presiden Facebook untuk Urusan Global, Nick Clegg, dalam wawancara bersama media Prancis, seperti dilansir The Verge, Selasa (20/10/2020).

Clegg mengatakan, Facebook menggunakan kecerdasan buatan yang memungkinkan untuk menghapus miliaran postingan dan akun palsu yang sebelumnya dilaporkan oleh pengguna. Selain itu, Facebook juga telah bermitra dengan 70 media, guna memverifikasi informasi.

Progoram pengecekan fakta itu diperkenalkan Facebook setelah pemilu 2016 dan telah menambahkannya ke Instagram tahun lalu. Saat ini, program itu telah berkembang untuk memasukkan grup Facebook, dimana informasi yang salah kerap dibagikan.

Laporan Wall Street Journal mengungkap upaya Facebook menenangkan kaum konservatif yang sering mengeluh tentang bias yang dirasakan dalam algoritmanya. Facebook merancang perubahan algoritma umpan beritanya pada 2017, guna mengurangi visibilitas konten situs berhaluan kiri atas persetujuan CEO Mark Zuckerberg.

Facebook telah mengambil langkah lain untuk mencoba mengurangi potensi kekacauan pada 3 November dan sesudahnya. Platform tersebut akan melarang iklan yang secara keliru mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden AS, atau iklan yang mengklaim penipuan pemilih yang merajalela dapat mengubah hasil pemilihan.

Facebook juga akan menolak iklan dari Donald Trump atau Joe Biden jika salah satu dari mereka mencoba untuk mengklaim kemenangan sebelum waktunya. Itu artinya melarang iklan politik baru seminggu sebelum pemilihan.

TAG TERKAIT :
Donald trump Facebook Pemilu Media Sosial Pilpres AS

Berita Lainnya