News

Kelar Sidang, Jerinx Kembali Meminta Agar Rapid Tes Ibu Hamil Ditiadakan

Aisyah Isyana - 22/10/2020 20:28

Beritacenter.COM - Setelah mengkuti sidang perkara 'IDI Kacung WHO' di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, I Gede Ari Astina alias Jerinx SID, kembali menyuarakan agar syarat rapid test untuk ibu hamil ditiadakan saja.

"Sidang yang Selasa kemarin kan kami menghadirkan saksi korban dari Mataram ya. Ya kasus itu bukan cuma satu, dua kali. Banyak banget di Indonesia dan sampai sekarang pun ibu hamil masih di-rapid," kata Jerinx kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

"Saya sih cuma berharap agar syarat rapid itu, terutama untuk ibu-ibu hamil itu, sudah darurat tuh, agar tidak usahlah," sambungnya.

Baca juga : 

Menurutnya, sudah banyak ibu hamil yang menjadi korban akibat prosedur penerapan rapid test. Terlebih, Jerinx menyebut dalam sehari terdapat ribuan ibu hamil di Indonesia.

"Gitu karena korban sudah jelas-jelas ada dan sehari itu di Indonesia ada ribuan ibu hamil bayangkan itu. kan nggak semua terdeteksi oleh media harapan saya itu aja semoga ibu hamil stop dites rapid untuk itu," ujar Jerinx.

Penasihat hukum Jerinx SID sempat mendatangkan salah satu perwakilan ibu hamil yang kehilangan bayinya karena prosedur rapid test di sidang sebelumnya, Selasa (20/10). Korban bernama Gusti Arianti diketahui menjalani persalaninan di salah satu RS di Mataram, NTB.

"Tidak kenal dengan (Terdakwa). Saya setuju karena memang ibu hamil itu tidak ditangani terlebih dahulu. Jadinya saya ke sini mau ngasih pernyataan bahwa saya alami sama seperti apa yang dibilang oleh Bapak Jerinx," kata Gusti Arianti dalam persidangan di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (20/10).

Selanjutnya, ketua majelis hakim persidangan Nyoam Ayu Adnyana Dewi menanyakan soal pernyataan yang diposting Jerinx. Gusti langsung membeberkan kejadian yang dialaminya.

"Prosedur rapid test untuk ibu hamil. Awalnya tidak diketahui, saya pecah ketuban dulu, baru saya dikasih tahu kepada petugasnya, 18 Agustus 2020, 2 bulan yang lalu (kejadiannya)," ujarnya.

Gusti menceritakan soal pihak rumah sakit yang memintanya untuk melakukan rapid test lebih dulu, padahal saat itu kondisinya sudah pecah ketuban. Alhasil, hal itu membuat anak yang dikandungnya tak dapat diselamatkan.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Jerinx PN Denpasar Kasus IDI Kacung WHO

Berita Lainnya