News

Buruh Akan Gelar Demo Tolak Omnibus Law-Tuntut Kenaikan UMP Besok

Anas Baidowi - 01/11/2020 11:13
Ilustrasi demo buruh

Beritacenter.COM - Aksi demonstrasi manolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dan menuntut kenaikan upah minimum oleh para buruh akan dilaksanakan secara serentak di 24 provinsi pada 2 Oktober besok. Aksi tersebut akan berpusat di Istana dan Mahkamah Konstitusi (MK).

Para buruh yang akan melakukan aksi demonstrasi itu tergabung dalam 32 konfederasi, diantaranya yakni AGN, KSPI, KSPSI dan Gekanas. Para demonstran akan start di Patung Kuda sekitar pukul 10.30 WIB.

"Tuntutan yang akan disuarakan adalah batalkan omnibus law UU Cipta Kerja dan menuntut agar upah minimum tahun 2021 (UMP, UMK, UMSP, dan UMSK) tetap naik," kata Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11/2020).

Selain aksi demonstrasi, para buruh yang diwakili KSPSI, AGN dan KSPI juga akan menyambangi MK untuk mendaftarkan gugatan terhadap UU Ciptaker.

"Tetapi, bilamana nomor UU Cipta Kerja belum ada pada saat penyerahan berkas gugatan tersebut, maka yang akan dilakukan KSPI dan KSPSI, AGN hanya bersifat konsultasi ke MK," ujar Said Iqbal.

Said memastikan, aksi demonstrasi para buruh besok akan berjalan tanpa adanya kerusuhan.

"Aksi KSPI dan 32 federasi lainnya ini adalah non-violence (anti-kekerasan), terukur, terarah, dan konstitusional. Aksi ini dilakukan secara damai, tertib, dan menghindari anarkis," tegas Said Iqbal.

Menurut kabar, Aksi demonstrasi akan dilanjutkan pada 9 November 2020 di DPR RI untuk menuntut dilakukannya legislatif review, dan pada 10 November 2020, aksi akan digelar di kantor Kementerian Ketenagakerjaan untuk menuntut upah minimum 2021 harus tetap naik.

"Aksi 9 dan 10 (November) juga membawa dua agenda yang kami sebutkan di atas, dan dilakukan serentak di 24 provinsi," pungkasnya.

 

TAG TERKAIT :
Berita Center Buruh Demo Tolak Omnibus Law Demo Kenaikan UMP

Berita Lainnya