Kriminal

Wisata Prostitusi di Kawasan Villa Cianjur Jadi Incaran Wisatawan saat Libur Panjang

Anas Baidowi - 01/11/2020 19:44
Ilustrasi

Beritacenter.COM - Momen libur panjang oktober membuat prostitusi di kawasan vila di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat laris manis diserbu pria hidung belang.

Para pria hidung belang yang datang beragam, mulai dari asal Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya. Mereka datang di Cianjur untuk berlibur mencari wanita yang bisa memuaskan nafsu birahinya.

Biasanya mereka menyewa vila di daerah Pacet hingga vila kamar yang banyak ditawarkan di kawasan Cianjur utara tersebut.

bermodal Rp 250 ribu saja, mereka sudah bisa menikmati vila dengan dua kamar tidur dan fasilitas lengkap untuk semalam, baik sekadar untuk beristirahat ataupun untuk menyewa PSK.

Abah (50), salah satu penjaga vila di Kecamatan Pacet mengatakan, sejak hari pertama libur panjang, semua Villa di kawasan tersebut sudah penuh.

"Jadi biasanya yang dari luar kota itu datangnya malam, nunggu tidak macet. Langsung dateng ke vila. Kebanyakan sudah booking sejak beberapa hari sebelumnya, soalnya kalau libur panjang begini sudah pasti penuh apalagi vila yang ada kolam renangnya," ucap dia, Minggu (1/11/2020).

Ia mengaku sering kali diminta mencarikan perempuan untuk para wisatawan yang menginap di vila. Jika dia mendapat permintaan tersebut, dia akan meminta temannya untuk membawa perempuan yang memang 'mangkal' di kawasan vila tersebut.

"Nanti dipilih, kalau tidak cocok dicarikan lagi. Terkadang ambil juga dari lokalisasi di dekat vila sini," kata dia.

S (18), seorang PSK mengaku mendapatkan banyak tamu selama libur panjang ini. Bahkan setiap malamnya ia bisa melayani lebih dari lima pria hidung belang.

"Kalau libur panjang begini paling sedikit semalam itu melayani lima orang tamu. Tapi pernah sampai 7 orang dalam semalam," kata dia.

Tarif yang ia patok berkisar Rp 300 ribu. Namun uang itu dibagi pada 'mamih' dan pengantar. Sehingga dari satu pelanggan dia hanya menerima Rp 110 ribu.

"Tarifnya tergantung nego, tapi biasanya kalau short time atau sekali main tarifnya Rp 300 ribu," kata dia.

Menurut pengakuannya, Ia kerap merasa takut jika tertular virus COVID-19, tetapi kebutuhan setiap hari dan setoran pada 'masih' yang mengurusnya membuat gadis tersebut mengenyampingkan rasa takutnya.

"Mau gimana lagi, setiap hari disuruh harus kerja. Kalau libur suka dikenakan denda. Belum lagi butuh untuk biaya kosan dan sehari-hari. Jadi mau tamunya dari mana dan siapapun ya dilayani," kata dia.

TAG TERKAIT :
Berita Kriminal Indonesia Prostitusi Berita Center Seks

Berita Lainnya