News

MUI soal Macron Klarifikasi Pakai Bahasa Arab : Minta Maaf ke Umat Islam!

Sikap dan tindakannya mencerminkan kebencian dan permusuhan. Untuk itu kita minta dia mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam

Aisyah Isyana - 02/11/2020 07:27

Beritacenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara soal klarifikasi Presiden Prancis Emmanuel Macron di akun Twitternya, terkait pernyataannya yang telah melukai umat Muslim dunia. Dalam hal ini, MUI mendesak Macron untuk segera mencabut ucapannya dan meminta maaf ke umat Muslim di dunia.

"Sikap dan tindakannya mencerminkan kebencian dan permusuhan. Untuk itu kita minta dia mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada umat Islam," kata Sekjen MUI Anwar Abbas, kepada wartawan, Minggu (1/11/2020).

Baca juga : MUI : Boikot Produk Prancis Bisa Jadi Wajib, Guna Menyadarkan Penghina Nabi!

Menurutnya, Macron yang merupakan seorang Presiden atau kepala negara seharusnya sudah tahu jika menghina dan merendahkan itu merupakan sifat tercela yang memicu kekacauan. Kendati begitu, Anwar menilai jika Macron justru mentolerir dan mendukung itu.

"Jadi Macron sudah menampakkan dirinya sebagai seorang sekuler fundamentalis dan radikalis, serta sudah membuat dirinya menjadi orang yang menebar teror dan permusuhan di dunia," ujar Anwar.

Sementara itu, Wasekjen MUI Misbahul Ulum menyebut klarifikasi Presiden Macron di akun Twitternya dengan menggunakan bahasa Arab sama sekali tak menyelesaikan masalah. Dia menyoroti soal kebebasan berekspresi yang digaungkan Macron, seharusnya ada batasnya.

"Sedangkan bagi Macron kebebasan tersebut tidak ada batasnya. Walaupun pada isu-isu tertentu dia tidak mau juga terusik walaupun atas nama kebebasan berekspresi, seperti kemarahan Macron kepada Presiden Brazil saat menghina isterinya," tegasnya.

Dalam klarifikasinya yang berbahasa Arab, Macron hanya menyatakan sikapnya membela kebebasan yang dianut di Prancis. Misbahul menyebut tak ada klarifikasi dan permintaan maaf Macron terkait pernyataanya soal Islam sebagai agama dalam keadaan krisis.

"Dia juga terkesan mendukung beberapa kantor pemerintahan menampilkan karikatur Nabi Muhammad SAW. Kebebasan berekspresi harus dijalankan dengan menghormati orang lain dan dengan perhatian untuk tidak melukai dengan cara yang sewenang-wenang atau tidak perlu," katanya.

Baca juga : Ini Pembelaan Presiden Prancis setelah Dapat Kecaman dari Negara Mayoritas Muslim

Sekedar diketahui, Presiden Prancis Emmanuel Macron menuliskan klarifikasinya lewat akun Twitternya terkait pernyataannya yang dinilai melukai umat Muslim dunia. Macron menulis klarifikasinya itu dengan menggunakan bahasa Arab.

Terdapat enam cuitan yang dibuat Macron. Seperti dilihat pada Minggu, (1/11), Presiden Macron memulai klarifikasinya dengan menyebut jika negaranya sama selaki tidak memiliki masalah dengan agama apa pun.

"Bertentangan dengan apa yang saya dengar dan lihat di media sosial akhir-akhir ini, negara kita tidak memiliki masalah dengan agama apapun. Semua agama ini dipraktikkan dengan bebas di negerinya. Tidak ada stigma: Prancis berkomitmen untuk perdamaian dan hidup bersama," cuit Macron.

Selanjutnya, Macron kembali menekankan soal sikapnya yang tak membenarkan segala macam bentuk kekerasan. Presiden Macron menyebut Prancis melindungi kebebasan dan hak warganya.

"Saya melihat banyak kebohongan, dan saya ingin mengklarifikasi yang berikut: Apa yang kami lakukan sekarang di Prancis adalah memerangi terorisme yang dilakukan atas nama Islam, bukan Islam itu sendiri. Terorisme ini telah merenggut nyawa lebih dari 300 warga kita," kata Macron.

"Mereka menyebut saya bahwa saya 'mendukung kartun yang menghina Nabi'. Saya mendukung kemampuan menulis, berpikir, dan menggambar dengan bebas di negara saya, ini adalah hak dan kebebasan kami. Saya menyadari ini bisa mengejutkan dan saya menghormatinya, tetapi kita harus membicarakannya," tambahnya.

TAG TERKAIT :
MUI Presiden Prancis Macron Hina Islam Emmanuel Macron Boikot Produk Prancis

Berita Lainnya