Internasional

Entah Trump atau Biden yang Menang, AS Tetap Dekat RI Demi Lawan Pengaruh China

Para birokrat yang menganalisa bahayanya China bila terus memberi pengaruh ke negara-negara Asia termasuk Indonesia

Aisyah Isyana - 04/11/2020 07:47

Beritacenter.COM - Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) 2020 telah memasuki masa pemungutan suara. Entah apakah Donald Trump atau Joe Biden yang nanti menjadi Presiden terpilih AS, Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, menilai Indonesia tetap harus menjaga hubungan bauk dengan AS.

"Indonesia harus bisa bekerja sama dengan siapapun presiden terpilih di AS karena ini merupakan kedaulatan AS dan hak WN AS," kata Hikmahanto kepada wartawan, Selasa (3/11/2020).

Meski begitu, Hikmahanto menyebut Indonesia juga perlu beradaptasi kembali, jika nanti Joe Biden yang terpilih jadi pemenang di Pilpres AS. Pasalnya, Biden mengusung hak asasi manusia (HAM), berbeda dengan Trump yang memang sudah dapat dipahami cara kerjanya.

Baca juga :

"Nantinya kita tentu harus beradaptasi bila Biden yang terpilih, mengingat dia dari Partai Demokrat yang sangat mengusung HAM. Sementara kalau Trump tentu kita sudah memahami kerja Trump," ujarnya.

Hubungan bilateral Indonesia dan AS sendiri sejatinya memang tengah dekat. Terlebih, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto telah mengunjungi AS pertengahan Oktober lalu. Dilanjutkan dengan Menlu AS Mike Pompeo yang juga berkunjung ke Indonesia.

Adapun pertemuan itu diketahui guna membahas sejumlah rencana kerjasama. Hikmahanto menilai kerja sama bilateral ini akan terus berjala dan tak terikat langsung dengan bagaimana pun hasil Pilpres AS nanti.

"Terkait janji-janji Pompeo saya rasa itu akan tetap dijalankan oleh AS mengingat kebijakan itu datangnya dari para birokrat AS. Janji tersebut bukan merupakan politisi yang menjabat presiden, wapres atau menteri," ucap Hikmahanto.

Selain itu, Hikmahanto juga menyebut AS memiliki kepentingan atas hubungan bilateral dengan Indonesia, yakni guna melawan pengaruh China di Asia.

"Para birokrat yang menganalisa bahayanya China bila terus memberi pengaruh ke negara-negara Asia termasuk Indonesia," imbuhnya.

Sekedar diketahui, Pilpres AS yang memasuki masa pemungutan suara, membuat sejumlah warga AS bergerak untuk memberikan hak suaranya di sejumlah TPS yang telah disediakan.

Diketahui, tempat pemungutan suara pertama telah dibuka di Vermont pada pukul 05:00 waktu setempat (17:00 WIB). Tempat pemungutan suara pertama akan ditutup pada pukul 18:00 waktu wilayah timur setempat (06:00 WIB Rabu 4 November) dan di Alaska TPS akan buka sampai Rabu pagi pukul 06:00 (13:00 WIB).

Sejumlah warga mengatre sejak dini guna mencoblos pilihan petahanan dari partai Republik, Donald Trump, atau penantangnya dari Partai Demokrat, Joe Biden. Terdapat hampir 100 juta pemilih yang telah memberikan hak suara mereka lebih awal, yang mengindikasi jika pemilu kali ini akan memiliki partisipasi terbanyak dalam satu abad.

TAG TERKAIT :
Donald trump Politik Prabowo Subianto Pilpres AS Joe Biden Pilpres Amerika Serikat

Berita Lainnya