Internasional

Austria Berduka, ISIS Klaim Bertanggung Jawab Atas Teror Penembakan di Wina

Aisyah Isyana - 04/11/2020 08:57

Beritacenter.COM - ISIS mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas serangkaian aksi teror penembakan brutal di Wina, Austria. Adapun klaim itu disampaikan saat Austria tengah berduka atas para korban serangan teror besar pertama mereka setelah beberapa dekade.

Sedikitnya empat orang tewas saat Kujtim Fejzulai, yang disebut sebagai simpatisan ISIS berusia 20 tahun dan pernah mendekam di penjara, seketika melepaskan tembakan dengan sebuah Kalashnikov (senjata semi otomatis) di daerah sibuk Wina, ibu kota Austria, Senin (2/11) malam waktu setempat, seperti dilansir AFP, Rabu (4/11/2020).

Baca juga : Aksi Teror Mengerikan di Wina Austria, 15 Orang Terluka Ditembak 7 Pria Bersenjata

Dalam hal ini, kelompok ISIS -yang mengklaim serangan teror di Eropa - mengklaim bahwa seorang 'prajurit kekhalifahan' mereka bertanggung jawab atas pembantaian di Wina, demikian menurut badan propagandanya.

Pasca aksi teror itu, polisi mengambil tindakan tegas dengan menembak mati pria bersenjata itu pada Senin (2/11). Selain itu, polisi juga mendatangi 18 alamat berbeda dan melakukan 14 penangkapan guna mencari kemungkinan kaki tangan mereka sebagai upaya menetukan apakah pelaku teror ini bertindak sendiri.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV dari serangan di daerah itu dengan bekerja sama dengan bar dan restoran yang tak jauh dari pusat kota Wina, tak didapati adanya indikasi serangan kedua atau lanjutan.

"Saat ini tidak menunjukkan bukti adanya penyerang kedua," ujar Menteri Dalam Negeri, Karl Nehammer.

Sementara itu, para penyelidik mendapat bukti yang memberatkan termasuk foto yang baru-baru ini diposting di Facebook di komputer Fejzulai. Bukti itu menunjukkan jika dia membawa senjata otomatis dan parang yang digunakan dalam sernagan teror di Wina. Polisi juga menyebut dia memakai sabu peledak palsu.

TAG TERKAIT :
ISIS Terorisme Wina Austria Serangan Teror Penembakan di Wina Teror Penembakan di Wina Austria

Berita Lainnya