Internasional

Klaim Menang, Trump Tuding Adanya Penipuan Besar di Pilpres AS 2020

Penipuan besar di negara kita. Ini penipuan terhadap publik Amerika. Ini memalukan bagi negara kita. Terus terang, kita memenangkan pemilu ini

Aisyah Isyana - 04/11/2020 16:41

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melemparkan serangannya terhadap proses perhitungan suara sah di Pilpres AS. Trump menilai, upaya untuk menghitung seluruh surat suara sama saja dengan mencabut hak pilih para pendukungnya.

"Jutaan dan jutaan orang memilih kami. Dan sekelompok orang yang sangat menyedihkan, sedang berupaya mencabut hak kelompok orang itu. Dan kami tidak akan membiarkannya. Kami tidak akan membiarkannya," ujar Trump dalam pidatonya di East Room Gedung Putih, seperti dilansir CNN, Rabu (4/11/2020).

Baca juga :

Trump bersikeras menyebut negara-negara bagian yang masih melakukan perhitungan suara saat in, telah menunjukkan dirinya unggul atas Joe Biden yang menjadi rivalnya di Pilpres AS. Atas dasar itu, Trump mendorong adanya penetapan kemenangan dirinya, meski ada suara signifikan yang belum rampung dihitung.

Sejauh ini, diketahui terdapat beberapa negara bagian yang masih melakukan perhitungan surat suara via pos, yang memang sejak awal ditentang Trump dan disebutnya sangat rawan penipuan. Trump bahkan percaya diri dan telah bersiap menyatakan kemenangannya pada Selasa (3/11) malam waktu AS, namun urung dilakukan.

"Kita telah bersiap untuk perayaan besar. Kita memenangkan semuanya. Dan tiba-tiba saja dibatalkan," ucapnya.

Trump lantas tanpa dasar yang jelas mengklaim adanya penipuan dalam Pilpres AS tahun ini. "Penipuan besar di negara kita. Ini penipuan terhadap publik Amerika. Ini memalukan bagi negara kita," tuduhnya seperti dilansir ABC News.

"Terus terang, kita memenangkan pemilu ini," klaim Trump, meskipun jutaan suara masih terus dihitung di beberapa negara bagian.

Trump bahkan dengan tegas menyebut pihaknya akan membawa masalah ini ke pengadilan. "Kita akan mendatangi Mahkamah Agung AS. Kita ingin semua penghitungan suara dihentikan," cetusnya.

TAG TERKAIT :
Donald trump Politik Pilpres AS Joe Biden Pilpres Amerika Serikat

Berita Lainnya