Opini

Panggungnya Jokowi Yunior

Indah Pratiwi Budi - 10/11/2020 10:07
Oleh : Wahyu Sutono

Kilas balik ke Pilpres 2014 silam ketika Calon Presiden nomor urut 2 Joko Widodo (Jokowi) akan tampil di acara Debat Pilpres yang pertama, banyak yang meragukan, bahkan ada seorang pengamat yang hingga tak tega untuk menontonnya. Itu pun penulis alami sendiri.

Banyak yang memprediksi bila Jokowi saat itu akan dibantai Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto yang militer dan dianggap bisa tampil heroik saat berdebat. Terlebih publik lebih mengenal sosok Jokowi yang wong Solo bukanlah yang pandai berkomunikasi seperti halnya para elite politik pada umumnya.

Namun kenyataannya berkata lain. Saat itu Jokowi bisa tampil lugas, tegas, futuristik, dan berbasis data. Bahkan yang lebih menarik ketika Jokowi bisa mengulas dan menjawab semua pertanyaan dengan baik, hingga ke persoalan Alutsista yang bagi sipil tentulah bukan bidang yang dikuasainya.

Kini ketika Gibran Rakabuming Raka, putra sulung dari Jokowi akan tampil di acara debat Cawalkot Solo untuk yang pertama, banyak juga yang meragukannya. Pertama selain masih muda, dan bukan berlatar belakang sebagai politisi, masyarakat pun lebih mengenal Gibran sebagai sosok yang sangat irit bicara dengan publik.

Namun dalam berbagai kesempatan, penulis selalu meyakinkan kepada publik bila Gibran tak akan jauh berbeda dengan ayahandanya. Pertama Gibran sama-sama berlatar belakang sebagai pengusaha, juga cara berfikirnya pun hanya beda-beda tipis. Yang membedakan justru pengalaman Gibran sudah ebih banyak tampil untuk bicara di depan publik bila dibandingkan dengan ayahnya saat maju sebagai calon walikota Solo saat itu.

Gibran kerap diundang sebagai nara sumber di berbagai kesempatan, utamanya yang terkait dengan dunia usaha untuk kalangan milenial. Bahkan yang jauh lebih menarik dan mungkin surprise bagi masyarakat yang belum mengenalnya, Gibran pun pernah tampil stand up comedy yang tidaklah mudah. Karena penulis yang berlatar belakang komedian tunggal sangat merasakan itu:

Seperti apa Gibran tampil di Debat Cawalkot Solo, kini terjawab sudah. Bagi sahabat gemilang yang kemarin malan tak berkesempatan menyaksikan acara debatnya, di bawah adalah sepenggal penampilanya yang cukup lugas, percaya diri, tegas, tertata, berbasis data, dan menguasai masalah. Nampaknya kemarin jadi panggungnya Gibran.

Karena sungguh disayangkan, lawan debat dari pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (BaJo) tampil kurang meyakinkan dan bicara terlalu normatif, serta terkesan kurang percaya diri, terutama wakilnya, hingga terlihat getaran suara yang sangat tegang, hingga tercatat adanya blunder, misalnya saat menyampaikan program untuk perumahan rakyat yang akan dibangun di bantaran sungai. Semoga saja di debat kedua bisa tampil maksimal, sehingga warga Solo bisa menilai kedua pasangan dengan fakta yang meyakinkan.

"Gibran memang menjadi Jokowi yunior yang kelak mampu menerima estafet kepemimpinan dengan visi kekinian, guna menjadikan Solo sebagai kota budaya yang modern."

Yang muda yang berkarya..

Sumber : Status Facebook Wahyu Sutono

TAG TERKAIT :
Solo Gibran Rakabuming Raka Gibran Rakabuming Pilkada Solo Calon Wali Kota Sola

Berita Lainnya