News

Soal Kerumunan Massa HRS, MUI : COVID-19 Tak Bisa Dihadapi Hanya dengan Iman, Tapi Juga Ilmu!

Oleh karena itu saya betul-betul mengharapkan semua pihak untuk menghadapi masalah COVID-19 ini tidak hanya dengan iman tapi juga dengan ilmu

Aisyah Isyana - 16/11/2020 11:57

Beritacenter.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara soal kerumunan di acara Maulid Nabi dan pernikahan putri Habib Rizieq. Menyikapi hal itu, MUI mengimbau semua pihak yang menggelar acara untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, guna meminimalisir penularan virus ditengah pandemi COVID-19.

"MUI meminta kepada siapapun kalau akan mengadakan acara atau pertemuan maka hendaklah benar-benar memperhatikan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya agar semua orang yang ikut dalam acara tersebut benar-benar terjaga dan terpelihara sehingga tidak tertular oleh COVID-19 tersebut," kata Sekjen MUI, Anwar Abbas saat dihubungi, Minggu (15/11/2020).

Baca juga :

Menurutnya, jika pandemi COVID-19 terlalu berlarut-larut, hal itu akan sangat merugikan bagi kehidupan manusia baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Untuk itu, Anwar berharap orang-orang yang beriman dan beragama dapat lebih bijak lagi dalam membuat acara.

"Hal ini tentu jelas tidak kita inginkan. Oleh karena itu sebagai orang yang beriman dan beragama kita tentu dituntut untuk mendahulukan menjauhi kemafsadatan dari pada mengambil kemashlahatan," sebutnya.

Dia juga meminta kepada semua pihak tanpa terkecuali untuk senantiasa mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang sudah ditentukan para ahli. Pasalnya, para ahli lah yang mengetahui betul bagiamana agar terhindar dari virus COVID-19.

"COVID-19 ini berbahaya. Bagaimana bahayanya dan bagaimana cara menghindarinya yang tahu adalah orang yang ahli tentang virus tersebut. Oleh karena itu untuk supaya kita terhindar dari bencana dan malapetaka maka wajiblah hukumnya bagi kita semua untuk memperhatikan ketentuan dan saran-saran dari para ahli tersebut. Supaya resiko bencana dan malapetaka yang akan menimpa rakyat bisa kita minimalisir serendah-rendahnya kalau tidak bisa dihilangkan," ujarnya.

"Oleh karena itu saya betul-betul mengharapkan semua pihak untuk menghadapi masalah COVID-19 ini tidak hanya dengan iman tapi juga dengan ilmu. Tidak hanya dengan ilmu saja tapi juga dengan iman karena Allah SWT telah berfirman bahwa Dia akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu itu beberapa derajat lebih tinggi," lanjutnya.

Sekedar diketahui, Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, sempat memberikan sorotan soal penegakan protokol kesehatan terkait COVID-19. Menurutnya, penegakan protokol kesehatan belum sepenuhnya dilakukan oleh elite agama dan elite politik.

"Pedagang pasar diuber-uber, bahkan tidak boleh jualan karena dianggap tidak memenuhi protokol COVID-19. Mereka kehilangan mata pencaharian karena COVID-19. Tapi, elite politik dibiarkan melanggar protokol saat Pilkada, elite agama dibiarkan melanggar hanya karena orang besar...," kata Mu'ti dalam akun Twitter @Abe_Mukti seperti dilihat, Minggu (15/10/2020).

Sebelumnya, Mu'ti juga sempat meminta agar Satgas COVID-19 dapat memberikan teguran tegas terhadap kerumunan di acara Habib Rizieq. Dia menyebut Muhammadiyah menilai jika kegiatan yang tak memenuhi protokol kesehatan harus ditertibkan.

"Aparatur pemerintah, khususnya satgas COVID-19, seharusnya berani menegur dan menertibkan semua acara yang tidak mematuhi protokol, termasuk acara Habib Rizieq Syihab," ujar Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti kepada wartawan, Jumat (13/11).

TAG TERKAIT :
MUI Habib Rizieq Syihab Virus Corona Pandemi COVID-19 Protokol Kesehatan Kerumunan di Acara Habib Rizieq

Berita Lainnya