News

Sebut Denda Rp50 Juta ke HRS Kecil, Ahli UI : Rata-rata Biaya Perawatan COVID-19 Rp184 Juta!

Kalau dari situ ada 10 orang saja yang sakit, terinfeksi, kemudian seminggu atau dua minggu dari sekarang masuk rumah sakit, kalau 10 orang masuk rumah sakit dan rata-rata sama kayak hasil studi saya Rp 184 juta, itu kan berarti menghabiskan biaya yang dikeluarkan oleh negara untuk biaya mengobati karena dia datang berkumpul, kita lihat fotonya, saya ambil dari media, banyak yang nggak pakai masker, itu habisin Rp 1,8 miliar

Aisyah Isyana - 17/11/2020 07:57

Beritacenter.COM - Guru besar UI Prof Hasbullah Thabrany angkat bicara soal kerumunan di acara Habib Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat. Prof Hasbullah membuat estimasi biaya yang akan dikeluarkan negara jika ada salah satu orang yang terpapar COVID-19 usai menghadiri acara tersebut. Menurutnya, denda Rp50 juta yang diberikan ke HRS masih terbilang kecil.

Prof Hasbullah yang juga merupakan ahli di bidang asuransi kesehatan dan jaminan sosial ini menyebut denda yang dijatuhkan Pemprov DKI ke HRS terbilang kecil, lantaran tak sebanding dengan biaya perawatan pasien COVID-19. Belum lagi tak diketahui pasti total jemaah yang hadir di acara Maulid yang digelar HRS di Petamburan.

Baca juga : 

"Ini buat saya perlu dipahami karena ada yang repot, ada yang protes, kemarin kan Pak Rizieq Syihab kena denda Rp 50 juta. Saya dengar di berita, banyak komentar segala macam, berat, beban, mahal, nah itu bagian yang perlu kita pahami. Kenapa didenda? Kenapa sebesar itu? Kalau saya sih bilang denda itu bisa jadi kecil. Karena saya nggak tahu berapa ratus atau ribu yang datang," kata Prof Hasbullah dalam dialog dengan Satgas Penanganan COVID-19, seperti diakses dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (17/11/2020).

Menurutnya, rata-rata biaya perawatan pasien positif COVID-19, yakni Rp184 juta per-orang. Jika ada 10 orang saja yang terkena COVID-19 di acara HRS, maka negara harus mengeluarkan Rp1,8 miliar untuk perawatan.

"Kalau dari situ ada 10 orang saja yang sakit, terinfeksi, kemudian seminggu atau dua minggu dari sekarang masuk rumah sakit, kalau 10 orang masuk rumah sakit dan rata-rata sama kayak hasil studi saya Rp 184 juta, itu kan berarti menghabiskan biaya yang dikeluarkan oleh negara untuk biaya mengobati karena dia datang berkumpul, kita lihat fotonya, saya ambil dari media, banyak yang nggak pakai masker, itu habisin Rp 1,8 miliar," sebutnya.

Untuk itu, Prof Hasbullah mengimbau agar masyarakat dapat lebih mengutamakan pencegahan ketimbang mengobati. Dengan begitu, uang Rp1,8 miliar dapat digunakan untuk keperluan lain.

"Itu kalau 10 orang. Mending dipakai untuk bangun masjid, benerin masjid lebih bagus, daripada dipakai untuk mengobati, hilang aja itu. Ini yang begini-begini, bukan karena kita sentimen. Tapi mari kita berpikir realistis, yang logis," kata Prof Hasbullah.

"Kalau ada yang meninggal, lebih parah lagi, bagaimana anak istrinya, siapa yang mesti nanggung? Itu nggak bisa dihitung, nyawa berapa nilainya? Nggak bisa dihitung," tambahnya.

Pemerintah pusat menyoroti terjadinya kerumunan massa di acara yang digelar Habib Rizieq. Menko Polhukam Mahfud Md meminta Gubernur DKI Anies Baswedan untuk bertindak tegas.

Sebagaimana diketahui, Habib Rizieq Syihab menikahkan putrinya sekaligus menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di dekat kediamannya, di Petamburan, Sabtu (14/11). Acara itu dipadati para pendukung Habib Rizieq, hingga menutup Jalan KS Tubun. Alhasil, terjadi kerumunan di acara itu dan beberapa orang diantaranya kedapatan tak menggunakan masker.

Mahfud menyebut adanya kerumunan di acara Habib Rizieq di Petamburan merupakan pelanggara protokol kesehatan. Dia sangat menyayangkan terjadinya hal itu, terlebih situasi saat ini ditengah pandemi COVID-19.

"Pemerintah menyesalkan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan pada pelaksanaan pesta pernikahan dan peringatan Maulid Nabi SAW di Petamburan Jakpus," kata Mahfud dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/11).

Mahfud bahkan menyebut pemerintah pusat sebenarnya sudah memperingati Anies, guna memastikan penerapan protokol di acara HRS dapat diterapkan.

"Di mana pemerintah sebenarnya telah memperingatkan Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk meminta penyelenggara agar mematuhi protokol kesehatan," kata Mahfud Md.

TAG TERKAIT :
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Habib Rizieq Virus Corona Pandemi COVID-19 Kerumunan di Acara Habib Rizieq

Berita Lainnya