News

Komisi II Minta Anies Tak Berpikir Linier, Bandingkan Penanganan Massa HRS dengan Pilkada

Memang tidak bisa dibandingkan. Makanya, jadi pejabat pemerintah itu kita berharap cara pikirnya jangan linier. Jika dibandingkan dengan Pilkada, di Peraturan KPU sudah dicantumkan tentang larangan berkerumun berikut sanksinya, sudah ada pengawasan dari Bawaslu dan aparat kepolisian

Aisyah Isyana - 17/11/2020 10:45

Beritacenter.COM - Komisi II DPR menilai penanganan kerumunan massa Habib Rizieq dengan penanganan Pilkada serentak 2020 tak bisa dibandingkan. Untuk itu, Komisi II meminta Gubernur Anies agar tidak berpikir linier terkait perbandingan kedua hal tersebut.

"Memang tidak bisa dibandingkan. Makanya, jadi pejabat pemerintah itu kita berharap cara pikirnya jangan linier. Jika dibandingkan dengan Pilkada, di Peraturan KPU sudah dicantumkan tentang larangan berkerumun berikut sanksinya, sudah ada pengawasan dari Bawaslu dan aparat kepolisian," kata Wakil Ketua Komisi II DPR Yaqut Cholil Qoumas kepada wartawan, Senin (16/11/2020).

Baca juga :

Yaqut tak menampik masih banyak pelanggaran dalam Pilkada, meski sudah diawasi dan diatur dalam PKPU. Dia pun kemudian menyinggung soal 'kefektifan' surat ancaman sanksi dari Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara, ke pihak Habib Rizieq.

"Itu pun masih saja banyak terjadi pelanggaran. Lha ini hanya surat, yang kita nggak tahu apakah sampai nggak surat tersebut ke yang bersangkutan. Kalau sampai, dibaca nggak surat tersebut? Kan repot kalau yang begini dijadikan standar pencegahan penyebaran COVID," ujarnya.

Dalam hal ini, Yaqut mempertanyakan sikap Anies dalam menyikapi kerumunan diacara Habib Rizieq. Yaqut menilai, Anies yang biasanya responsif dalam menyikapi masalah, seperti tak terlihat dalam menangani kerumunan di acara Habib Rizieq.

"Saya senang ketika di beberapa kesempatan, Gubernur Anies menekankan pada inovasi, responsif atas masalah, thinking out of the box, dan sebagainya. Tapi kenapa di kasus kali ini itu tidak muncul?" ucap Yaqut.

Untuk diketahui, Gubernur Anies Baswedan menyebut pihaknya melakukan tindakan proaktif saat mendapati potensi kerumunan di acara Habib Riizeq. Dia pun kemudian membandingkan hal itu dengan penanganan Pilkada serentak 2020.

"Anda boleh cek wilayah mana di Indonesia yang melakukan pengiriman surat mengingatkan secara proaktif bila terjadi potensi pengumpulan. Anda lihat Pilkada di seluruh Indonesia sedang berlangsung, adakah surat (resmi) mengingatkan penyelenggara tentang pentingnya menaati protokol kesehatan," ujar Anies di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (16/11).

Adapun tindakan proaktif yang disebut Anies, yakni imbauan taat protokol kesehatan oleh Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Megantara ke pihak Habib Rizieq dan panitia Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Ketika kita mendengar kabar ada sebuah kegiatan, maka secara proaktif mengingatkan tentang ketentuan yang ada. Jadi kalau kemarin, Wali Kota Jakarta Pusat mengirimkan surat mengingatkan bahwa ada ketentuan yang harus ditaati dalam kegiatan-kegiatan, dan ini dilakukan oleh Jakarta," kata Anies.

TAG TERKAIT :
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Komisi II DPR Pilkada Serentak 2020 Kerumunan di Acara Habib Rizieq

Berita Lainnya