News

Ini Penjelasan Polri soal FPI Sebut Putri dan Mantu HRS Diundang, Bukan Dipanggil Polisi

Iya memang kalau untuk klarifikasi, masih penyelidikan sifatnya mengundang, bukan memanggil, karena belum pro justitia

Aisyah Isyana - 23/11/2020 16:20

Beritacenter.COM - Polri akan bicara soal klaim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) Azis Yanuar, yang menyebut putri Habib Rizieq Syihab, Syarifah Najwa Syihab dan suaminya Irfan Alaydrus, bukan dapat panggilan polisi, melainkan undangan. Menjawab hal itu, Polri menyebut undangan klarifikasi dilayangkan karena masih dalam penyelidikan soal dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

"Iya memang kalau untuk klarifikasi, masih penyelidikan sifatnya mengundang, bukan memanggil, karena belum pro justitia," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (23/11/2020).

Baca juga :

Untuk itu, Awi berharap pihak yang diundang sebagai warga negara yang baik, dapat datang menghadiri undangan klarifikasi ada tidaknya dugaan pelanggaran prokes. Meski begitu, Awi juga menyebut tak ada konsekuensi yang dijatuhkan jika tak memenuhi undangan tersebut.

"Kalau warga negara yang baik dan taat hukum, tentunya kita berharap bisa datang untuk klarifikasi ada tidaknya pelanggaran prokes. Kalau nggak datang memang tidak ada konsekuensinya," ujarnya.

Namun, Awi menyebut akan ada undangan ulang yang nanti akan dijadwalkan kembali oleh penyidik. "Nanti penyidik yang akan mengagendakan kembali," imbuhnya.

Sekedar diketahui, putri keempat Habib Rizieq Syihab, Najwa Syihab dan suaminya Irfa Alaydrus, sebelumnya diketahui tak memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk diklarifikasi terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan. Menjawab hal itu, Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar mengklaim jika Najwa dan Irfan tak pernah mendapat panggilan polisi, namun undangan.

"Kita nggak pernah dipanggil kok, Mbak Najwa sama suaminya nggak pernah dipanggil kok, yang ada diundang, bukan dipanggil," kata Aziz saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/11).

Dia menybut undangan polisi yang ditujukan ke Najwa dan Irfan itu bersifat tak wajib. Untuk itu, dia menyebut yang diundang berhak menentukan untuk hadir atau tidak.

"Jadi bahasanya diundang, namanya diundang boleh datang boleh nggak, diundang untuk klarifikasi, gitu. Ada undangan untuk klarifikasi terkait ada laporan informasi dugaan tindak pidana Pasal 93 juncto Pasal 9 UU Nomor 6 Tahun 2018 dan Pasal 216 KUHP. Ya lagi ada perlu, diundang kan boleh datang boleh nggak, gitu," tuturnya.

Dalam hal ini, ketidakhadiran Najwa dan Irfan disebut Aziz lantaran tengah ada keperluan lain. Dia mengaku sudah menginformasikan hal itu ke penyidik. "Jadi diundang, terus ada keperluan, jadi nggak dateng. Saya sudah sampaikan juga ke pihak yang ngundang kok, ke penyelidiknya," ujarnya.

Aziz juga tak dapat memastikan kehadiran Najwa dan Irfan pada undangan klarifikasi lainnya. Dia menyebut hal itu tergantung situasi. "Ya kalau waktunya pas, kita dateng, kalau waktunya bisa. Kalau nggak bisa, ya nggak datang," imbuhnya.

TAG TERKAIT :
POLRI FPI Habib Rizieq Najwa Syihab Protokol Kesehatan Azis Yanuar

Berita Lainnya