News

Wanti-wanti Libur Akhir Tahun, Satgas COVID ke Pemda dan Warga: Jangan Rusak Kerja Keras 8 Bulan!

Kami meminta agar jangan sampai kerja keras selama 8 bulan ini menjadi rusak karena ketidaksabaran, karena ketidakhati-hatian dan ketidakpedulian baik Pemerintah Daerah maupun masyarakat

Aisyah Isyana - 24/11/2020 18:15

Beritacenter.COM - Satgas Penanganan COVID-19 menyoroti potensi lonjakan kasus Corona, di masa libur panjang Desember 2020 nanti. Harapannya, kerja keras penanganan COVID-19 selama berbulan-bulan, tak jadi sia-sia karena ketidakpedulian masyarkat dan pemerintah daerah.

Adapun hal itu disampaikan Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konfrensi pers yang disiarkan di YouTube Sejretariat Presiden, Selasa (24/11/2020). Wiku turut memaparkan data 5 besar provinsi dengan penambahan kasus COVID-19 tertinggi dalam 3 pekan berturut, yakni DKI Jakarta, Riau, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Tengah.

Baca juga :

Wiku menyoroti wilayah DKI yang selalu masuk lima besar penambahan kasus harian terbayak. "Bahkan di pekan ini berada di peringkat pertama. Saya mohon kepada Gubernur DKI dengan aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan bagi pelanggar protokol kesehatan sesuai dengan peraturan yang berlaku," ujar Wiku.

Untuk itu, Wiku mendesak agar pemerintah daerah untuk bekerja keras lagi menekan angka kasus Corona. Mengingat libur panjang pekan lalu juga terdapat kenaikan jumlah kasus Corona. Wiku pun mewanti-wanti agar libur akhir tahun ini data kasus positif Corona dapat di tekan, dan tak merusak kerja keras tim selama beberapa bulan terakhir.

"Adanya libur panjang pada pekan lalu dan yang akan datang dapat memicu terjadinya kenaikan kasus. Untuk itu, mohon betul-betul ditingkatkan kapasitas pemeriksaan COVID-19, terutama orang-orang dengan riwayat perjalanan, serta lakukan penelusuran kontak erat dengan masif untuk mendeteksi kasus," jelas dia.

"Kami meminta agar jangan sampai kerja keras selama 8 bulan ini menjadi rusak karena ketidaksabaran, karena ketidakhati-hatian dan ketidakpedulian baik Pemerintah Daerah maupun masyarakat," kata Wiku.

Lebih lanjut, Wiku juga tak bosannya untuk mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan guna mencegah Corona. Selama vaksin Corona belum ada, satu-satunya cara dan obat sementara yang ampuh menekan Corona, yakni dengan mematuhi protokol kesehatan.

"Selalu pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan, serta hindari berpergian keluar rumah jika tak ada keperluan mendesak," ujar dia.

TAG TERKAIT :
Pemprov DKI Jakarta Virus Corona Pandemi COVID-19 Satgas COVID-19 Lonjakan Kasus Corona

Berita Lainnya