Nasional

Terdakwa Tommy Sumardi Bantah Kesaksian Napoleon Soal Terlibatnya Kabareskrim hingga Azis Syamsuddin di Kasus Djoko Tjandra

Baharuddin Kamal - 25/11/2020 00:59

Beritacenter.COM - Terdakwa Tommy Sumardi angkat bicara terkait kesaksian Irjen Napoleon Bonaparte yang membawa nama Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo dan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin, dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait pengurusan penghapusan nama Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra) dari daftar red notice Polri, hari ini.

Dia menjelaskan, saat itu kedatangannya ke dalam ruangan mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte, atas dasar arahan dari Brigjen Prasetijo Utomo. Tommy mengakui bahwa Brigjen Prasetijo Utomo yang mengenalkan dirinya dengan Irjen Napoleon Bonaparte. Namun, ia membantah jika dalam pertemuan itu membawa-bawa nama petinggi Polri dan pejabat di senayan.

"Baik yang mulia, minta izin meluruskan saja, ini menyangkut petinggi di Senayan dan kepolisian yang disebut. Nomor satu, saya datang ke situ ketemu beliau (Napoleon Bonaparte) dikenalkan oleh Brigjen Pol Prasetijo Utomo," ujar Tommy saat memberikan tanggapan atas kesaksian Irjen Napoleon Bonaparte di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2020).

"Begitu saya datang itu tidak menyebut nama siapa-siapa dan tidak meminta Prasetijo keluar," imbuhnya.

Hakim kemudian mengonfirmasi Tommy Sumardi ihwal keberatan disebut oleh Napoleon pernah menyeret nama Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo hingga Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Tommy menegaskan bahwa ia keberatan dengan keterangan Napoleon.

"Keberatan yang mulia. Saya tidak (melakukan) yang mulia. Karena saya tidak bisa mendzalimi orang mengenai yang beliau katakan, bahwa saya itu datang ke sana mengarang-ngarang cerita seakan beliau ini ada tindak pidana ini," ungkap Tommy.

"Emangnya saya gila yang mulia, saya masuk penjara gara-gara ini, jadi apa yang saya lakukan sesuai dengan BAP, itu keterangan yang sebenar-benarnya yang mulia," sambungnya.

Lebih lanjut, Hakim mengonfirmasi bantahan Napoleon yang mengklaim tidak menerima udang dari Tommy Sumardi. Ditekankan Tommy, Napoleon berbohong. Tommy menegaskan bahwa Napoleon menerima uang dalam beberapa tahapan.

"Itu bohong yang mulia, tidak benar. Tanggal 27, 100 ribu dolar AS; tanggal 28, 200 ribu dolar Singapura; 29, 100 ribu dolar AS; tanggal 4, 150 ribu dolar AS; 5, 20 ribu. Permintaan yang total Rp7 miliar," ungkapnya.

 

TAG TERKAIT :
Berita Center Red notice Listyo Sigit Kasus Djoko Djandra Djoko Djandra Azis Syamsuddin Tommy Sumardi Napoleon

Berita Lainnya