Kriminal

Demi Kuasai Harta Suami, Istri Rela Sewa Pembunuh Bayaran Senilai Rp 100 Juta

Anas Baidowi - 27/11/2020 11:30
Ilustrasi pembunuh bayaran

Beritacenter.COM - Berlatar belakang dendam dan ingin kuasai harta berupa Rumah mewah hingga lapak berjualan bumbu di pasar Induk Kramat Jati, Seorang istri tega menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi suaminya sendiri.

Istri tersebut bernama Dian Safitri (32) dan sang suami bernama Lucky Hutagaol (32). Mereka menikah 11 tahun silam dan telah dikaruniai 3 orang anak. Dian rela merogoh kocek Rp 100 Juta untuk menyewa pembunuh bayaran.

Polisi hingga saat ini masih terus melakukan pemeriksaan atas kasus tersebut. Polisi menduga ada motif lain dibalik pembunuhan berencana itu.

"Ada dugaan mengarah ke penguasaan harta, namun semua masih didalami penyidik," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi, Kamis (26/11/2020).

Kombes Arie mengatakan, pihaknya tengah mengaitkan pembunuhan itu dengan masalah harta karena menurutnya terdapat sedikit kejanggalan. Terlebih, dari hasil pernikahan itu juga mereka mendapatkan tiga orang buah hati.

"Makanya penyelidikan mendalam masih terus dilakukan petugas untuk mengungkap motif lain dari mengungkap kasus ini," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, Arie menambahkan, pelaku sudah menyiapkan tiga orang eksekutor didalam rumahnya didalam kamar khusus.

"Sebelum suaminya pulang ke rumah, adiknya dan kedua eksekutor sudah ada di rumah," ujarnya.

Awalnya, Ibu tiga anak ini melayani korban yang baru pulang dengan normal, sembari menunggu suaminya tertidur. Saat korban terlelap, ia pun memberi komando kepada pembunuh bayarannya untuk beraksi.

"Saat eksekutor masuk, istrinya sudah di luar kamar. Jadi dia seakan-akan tak melihat kejadian itu," tambahnya.

Sebelumnya, pelaku mengaku kesal karena kerap mendapat perlakuan kasar dari korban, sehingga ia nekat menyewa sindikat pembunuh bayaran untuk menghabisi suaminya itu. Uang sebesar Rp100 juta rela digelontorkan ibu 3 anak ini untuk membayar dua orang esksekutor dan adik kandungnya yang kini ikut ditangkap polisi.

Hingga saat ini, korban masih terbaring di RS Polri Kramat Jati dengan kondisi kritis. Sementara dua eksekutor FFN (16), dan RS (17) bersama adik kandung Dian, Gugun Gunawan (20) saat ini mendekam dibalik jeruji besi.

TAG TERKAIT :
Kriminal Berita Kriminal Indonesia Berita Center Kasus Pembunuhan Pembunuhan berencana

Berita Lainnya