Bisnis

KKP Bantu Modal Pembudidaya Rumput Laut di Sulsel Lewat Sistem Resi Gudang

SRG sangat penting untuk memberikan kepastian harga, karena pembudi daya rumput laut, termasuk nelayan, dihadapkan dengan turunnya harga ketika produksi melimpah. Diharapkan dengan sistem ini, nelayan tidak perlu khawatir lagi terhadap ancaman penurunan harga saat panen

Aisyah Isyana - 27/11/2020 20:21

Beritacenter.COM - Guna membantu permodalam pembudidaya rumput laut di Sulawesi Selatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) meluncurkan program pembiayaan sistem resi gudang (SRG).

"SRG di Makassar merupakan awal pelaksanaan program pemberdayaan nelayan, juga pembudi daya rumput laut," kata Direktur LPMUKP Syarif Syahrial dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Baca juga : 

Syarif menyebut program itu dirancang bersama Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag), Direktorat Jenderal (Ditjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, dan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI).

"SRG sangat penting untuk memberikan kepastian harga, karena pembudi daya rumput laut, termasuk nelayan, dihadapkan dengan turunnya harga ketika produksi melimpah. Diharapkan dengan sistem ini, nelayan tidak perlu khawatir lagi terhadap ancaman penurunan harga saat panen," kata Syarif.

Menurutnya, dengan menggunakan SRG, nominal pinjaman yang bisa didapat mencapai 70 persen dari nilai barang yang terncantum. Syarif menyebut hal itu sitidaknya dapat menjadi angin segar untuk koperasi maupun pelaku UMKM sektor kelautan dan perikanan.

"LPMUKP pun akan terus berupaya untuk memberikan strategi dan alternatif bagi pelaku usaha UMKM kelautan dan perikanan agar semakin mudah dalam mengakses peminjaman modal. Apalagi, bagi nasabah yang terkena dampak COVID-19," katanya.

Sementara itu, Kospermindo, yang diketuai Arman Arfah telah memperoleh izin Bappebti untuk mengoperasikan SRG produk rumput laut. LPMUKP membiayai mitra Kospermindo, yang menjaminkan rumput lautnya.

Dengan adanya ini, diharapkan pembudidaya tak lagi khawatir akan potensi penurunan harga saat stok rumput laut melimpah, karena produknya dapat di simpan di gudang dengan tetap mendapatkan modal untuk produksi selanjutnya.

Dengan kepastian ketersediaan bahan baku, jelas Syarif, memberikan peluang kepada BLU LPMUKP bersama Kospermindo untuk mengembangkan korporatisasi koperasi rumput laut, terutama di Provinsi Sulawesi selatan.

Lewat SRG, Syarif menyebut LPMUKP memberikan dua bantuan sekaligus untuk pembudidaya rumput laut, yakni modal dan akses pasar. Pembudidaya dapat menyimpan hasil panen di gudang Kospermindo, saat harga turun. LPMUKP akan memberikan pinjaman modal senilai 70 persen dari nilai stok yang dijaminkan di gudang.

Selain itu, pinjaman yang diberikan hanya akan dikenakan bunga redah sebesar 3% per-tahun. Saat harga naik lagi, pembudidaya dapat menjual stok mereka di pasar.

TAG TERKAIT :
KKP Kemendag Rumput Laut Sistem Resi Gudang Pembudidaya Rumput Laut Pembiayaan SRG

Berita Lainnya